Tampilkan postingan dengan label TKI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TKI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Februari 2017

Pulang dari Hongkong, TKW asal Madiun Dipasung karena Sakit Jiwa



info mediaMadiun - Berniat mencari nafkah ke Hongkong, Nur Siyam (45), TKW asal Desa Mruwak Kecamatan Dagangan Madiun, malah berubah mengalami gangguan jiwa.

Ibu satu anak ini sering mengamuk dan berulang kali akan membunuh warga. Bahkan Sokimah (65), ibu kandungnya sendiri akan dicekik saat berada di dekatnya.

"Saya ya langsung kabur, lha anak saya mau mencekik saya," kata Sokimah kepada detikcom di rumahnya, Kamis (23/2/2017).

Menurut Sokimah, anaknya berubah berubah mengalami gangguan jiwa saat bekerja di Hongkong sekitar 7 tahun lalu. Tidak tahu pasti apa yang menyebabkan Nur Siyam mengalami gangguan jiwa.

Bahkan saat di Hongkong, sang majikan sudah membawanya ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Namun karena tak kunjung sembuh, akhirnya Nur Siyam dipulangkan ke Indonesia.

Tiba di Indonesia, kondisi kejiwaan Nur Siyam bertambah parah. Jika mengamuk, semua warga ketakutan. Pasalnya, Nur Siyam juga tidak segan-segan memukul orang, melempari kaca rumah hingga akan membacok warga.

Akhirnya, Nur Siyam dipasung dengan cara dirantai kedua kakinya. Sejak saat itu Nur Siyam seperti orang terpenjara di dalam dapur rumahnya yang pengap. Setiap bulan sekali tim kesehatan dari Puskesmas Dagangan datang untuk mengobati.

"Tiap bulan kita suntik karena kalau hanya diminumi obat saja kita nggak bisa mengontrol kesehatannya," kata Dr Anies Djaka, dokter yang merawat Nur Siyam.

Jika memungkinkan, wanita anak ke empat dari lima bersaudara pasangan Sumiran dan Sokimah ini, akan dibawa ke Kota Kediri untuk direhabilitas
Read more

Selasa, 21 Februari 2017

Imigrasi Tolak Pengajuan Paspor calon TKI


info mediaJakarta - Kepala Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Agung Sampurno, mengatakan pihaknya telah menolak puluhan pengajuan pembuatan paspor Warga Negara Indonesia (WNI) yang hendak ke luar Indonesia. Hal tersebut ditengarai karena pengajuan memuat beberapa masalah prosedural.

Masalah tersebut antara lain pemohon tak dapat melengkapi dokumen administrasi, pemohon menggunakan data paspor lama sementara Biometric Matching System (BMS) merekam ada paspor yang lebih baru, data diri di paspor lama dan baru berbeda, ditemukannya duplikasi paspor, pemohon memberi data fiktif.

"Mereka diduga akan bekerja di luar negeri secara non-prosedural dan tidak mampu menjelaskan maksud dan tujuan kunjungan ke negara lain dengan jelas," terang Agung melalui pesan singkat, Senin (20/2/2017) malam.

Dari data yang diberikan Agung, Kantor Imigrasi Kelas III Pamekasan Madura menolak 25 pengajuan penerbitan paspor, Kantor Imigrasi Kelas II Karawang menolak 10 pengajuan, Kantor Imigrasi Kelas II Jember menolak 50 pengajuan dan Kantor Imigrasi Kelas II Tasikmalaya menolak dua pengajuan dan Kantor Imigrasi Kelas II Tangerang membatalkan dua pengajuan penerbitan paspor.

"(Periode data) Dalam kurun periode Januari sampai Februari 2017," ucap dia.

Agung menjelaskan keputusan pembatalan penerbitan paspor merupakan upaya pencegahan tindak pidana penyelundupan dan perdagangan manusia, yang biasa dilakukan calo Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Agung berharap hal ini dapat melemahkan jaringan perdagangan dan penyelundupan orang.

"Gencarnya operasi pengawasan dan penindakan keimigrasian tersebut, diharapkan dapat mengurangi dan melemahkan jaringan penyelundupan dan perdagangan manusia dengan modus menjadi TKI," ungkap Agung.
Read more

Polisi: TKI yang Dideportasi dari Jepang Bukan Anggota ISIS



info mediaKepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, telah menyatakan AM (44), TKI asal Kabupaten Lombok Tengah, yang di deportasi dari Negeri Sakura, Jepang, tidak terlibat dalam jaringan ISIS.
"Dugaan yang menyebutkan bahwa dia terlibat dalam jaringan ISIS, tidak terbukti. Tapi kita minta dia untuk wajib lapor ke Polsek Kopang, yang dekat dengan rumahnya," kata Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti di Mataram, Senin.
Tri Budi mengungkapkan hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Detasemen Khusus 88/Antiteror Polda Bali terhadap AM pada pekan lalu di Bali, setibanya dari Jepang. Pria yang sudah bekerja sejak tahun 1997 sebagai buruh di Negeri Sakura itu, tertangkap pada 23 September 2016 oleh Otoritas Jepang, karena memalsukan kartu residensinya.
Kasus pemalsuan tersebut menjadi alasan Pemerintah Negeri Sakura mendeportasi AM. Dengan terbukti telah melanggar izin keimigrasiannya, maka AM dengan terpaksa harus dipulangkan. "Visa yang dia gunakan selama bekerja di Jepang ini ternyata palsu, itu sebabnya dia di deportasi," ujarnya.
Visa palsu milik AM terbongkar setelah pihak kepolisian Jepang memeriksa istri AM yang berasal dari Solo, Jawa Tengah, mengalami kecelakaan. "Ketahuannya setelah musibah kecelakaan istrinya yang juga ada disana (Jepang)," ucapnya.
Untuk itu, AM yang telah kembali ke kampung halamannya di Desa Kopang, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, harus melaporkan kegiatannya selama berada di Lombok.
Tri Budi mengatakan bahwa kegiatan itu diminta sebagai upaya pengawasan pihak kepolisian terhadap AM yang sebelumnya diduga terlibat dalam jaringan radikalisme tersebut
Read more

Rabu, 15 Februari 2017

TKI di Singapura Dituduh Bunuh Majikannya dengan Sadis


info mediaSeorang wanita tenaga kerja Indonesia dicokok polisi Singapura atas tuduhan pembunuhan majikannya dengan cara sadis. Jika terbukti bersalah dalam pengadilan, dia terancam hukuman mati.
Menurut Koordinator Fungsi Perlindungan WNI di Kedutaan Besar RI Singapura, Didit Parlambang, wanita pekerja domestik bernama Minah asal Majalengka itu dituduh membunuh majikannya yang berusia 78 tahun, Tay Quee Lang.
Laporan polisi kepada KBRI menunjukkan bahwa Tay yang berkursi roda ditemukan tidak bernyawa di apartemennya di Jalan Tampines dengan pisau panjang tertancap di lehernya pada Senin dini hari (13/2). Saat peristiwa berlangsung, hanya Minah yang berada di apartemen itu.
"Minah yang merawat nenek itu berteriak saat menemukan dia meninggal. Awalnya polisi tidak mencurigai Minah, namun setelah dilakukan pemeriksaan, polisi menemukan bukti-bukti," kata Didit kepada kumparan, Rabu (15/2).
Berdasarkan data kepolisian, Minah yang berasal dari Majalengka, Jawa Barat, belum setahun bekerja merawat korban. Pengadilan pertama terhadap wanita berusia 37 tahun itu digelar pagi tadi di Singapura.
Didit mengatakan KBRI telah menyewakan pengacara untuk mendampingi Minah selama proses persidangan. Belum diketahui motif tindakan pelaku. "Dia terancam hukuman mati," lanjut Didit.
Pihak KBRI juga telah menghubungi agen penyalur Minah dan meminta mereka untuk memberitahu keluarga di tanah air
Read more

TKI Taiwan Bunuh Pacarnya Sesama TKI


info mediaSeorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dituduh membunuh pacarnya, yang juga Warga Negara Indonesia (WNI), setelah terlibat pertengkaran pada Selasa pagi (14/2), demikian laporan Kepolisian Yilan, wilayah timur laut Taiwan.

Polisi mengungkapkan bahwa pria yang diketahui bernama Jaryanto (36) dan teman wanitanya bernama Sopiah (40) yang kabur dari tempat kerja legalnya sesuai dengan dokumen kerja pada 2012.

Namun, polisi mencatat, sejak kabur keduanya bekerja serabutan di kawasan Lishan, Taichung, wilayah tengah Taiwan.

Pada Senin (13/2) malam pasangan tersebut memutuskan untuk menyerahkan diri kepada otoritas imigrasi setempat dengan harapan dapat dipulangkan ke Indonesia, demikian keterangan polisi yang dikutip Kantor Berita Taiwan CNA, Rabu.

Meskipun demikian, mereka pada Senin malam menghabiskan waktunya di toko grosir milik seorang WNI lainnya.

Pemilik toko juga mengizinkan mereka tinggal di Toko Lily yang menjual aneka kebutuhan para pekerja asal Indonesia itu setelah tutup pada malam hari.

Seorang tetangga mengaku ke polisi bahwa mendengar pasangan tersebut bertengkar pada Selasa (14/2) sekira pukul 02.00 waktu setempat (01.00 WIB), namun dia tidak mengerti persoalan yang mereka ributkan itu.

Polisi menduga Jaryanto melakukan tindak kekerasan terhadap teman wanitanya, dan korban pada saat ditemukan sudah tewas berada di dalam kotak kardus. Pelaku diduga akan membuang jasad korban.

Saat pemilik toko itu kembali pada Selasa pagi, dia mendapati Jaryanto tersedu-sedu dan tubuh Sopiah yang sudah tidak bernyawa itu di dalam kotak kardus. Korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun semua upaya untuk menyelamatkan jiwanya menemui kegagalan.

Jaryanto menolak bicara kepada polisi saat ditangkap. Kasus tersebut akan dilimpahkan kepada Kejaksaan Distrik Yilan
Read more

Selasa, 14 Februari 2017

Pria Asal Balong Ponorogo Bernasib Tragis, Tewas Tersetrum Alat Pembuat Kerupuk


info mediaPONOROGO - Seorang pembuat kerupuk di Dukuh Butung Desa Bajang Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo bernama Jaeroni (37), tewas akibat tersengat aliran listrik dari bor yang dimodifikasi menjadi alat pengaduk, Senin (13/2/2017) siang.
"Korban akan membuat adonan untuk membuat plamir. Dia memodifikasi bor yang biasanya dipakai untuk mengaduk adonan kerupuk," kata Kapolsek Balong, AKP Sumanto, Senin (13/3/2017) saat dihubungi.
Saat akan menggunakan alat pengaduk dari bor itu korban tersetrum dan terkapar di lantai.
Bor modifikasi itu jatuh menimpa tubuhnya hingga membuat dada dan lehernya mengalami luka bakar.
"Kemungkinan konslet, tidak tahu penyebabnya apa. Mungkin karena terkena hujan, jadi alat itu basah," katanya.
Sumanto mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh Cempluk (50), pembeli kerupuk yang hendak membeli kerupuk di rumahnya.
Setelah mengetuk pintu dan memanggil tidak ada jawaban, Cempluk masuk ke dalam lewat pintu belakang dan melihat korban tergelak di ruang tengah dalam keadaan terlentang tak bernyawa.
"Saat pertama ditemukan, korban dalam keadaan tergeletak terbujur kaku tak bernyawa. Alat bor yang dimodifikasi untuk mengaduk plamir berada di atas dadanya, imbuhnya.
Korban sehari-hari tinggal bersama dua anaknya. Saat kejadian, anaknya sedang di sekolah. Sementara istrinya bekerja di luar negeri sebagai TKW.
Read more

TKI Asal Ponorogo Alami Kekerasan di Singapura hingga Menderita Gangguan Psikologis


info mediaPONOROGO – Fadila Rahmatika (20), tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Ponorogo menjadi korban dugaan penyiksaan saat bekerja di Singapura hingga sempat mengalami guncangan psikologis.
Atas kasus dugaan yang belum ditindaklanjuti, keluarganya telah melaporkan ke kepolisian.
“Saya sudah melaporkan ke Polda bulan lalu. Harapannya segera ditindaklanjuti,” kata Masringah, ibu Fadila.
Masringah, yang didampingi pengacara dan Keluarga Besar Buruh Migran (Kabar Bumi) telah melaporkannya  pada 21 Januari 2017. Pihak terlapornya adalah seorang perekrut Fadila dari salah satu Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) di Surabaya yang memiliki cabang di Ponorogo.
Diketahui lewat PJTKI itu, Fadila berangkat ke Singapura pada Februari 2016. Selama di Singapura ia sudah dua kali ganti majikan, dan kekerasan terjadi saat ia bekerja di majikannya yang kedua.
Menurut Marjaenah, salah seorang pendamping Fadila,majikannya tidak dapat dilaporkan karena harus melibatkan pemerintahan antarnegara. ‘’Karena posisi majikannya di Singapura. Maka, kami melaporkan dulu yang di sini (Indonesia),’’ ujarnya.
Sebagai tindak lanjutnya, hari ini, Selasa (14/2/2017) mereka berencana akan kembali ke Polda Jawa Timur  untuk segera dibuatkan berita acara pemeriksaannya (BAP).
Kepergian mereka tidak lain untuk mencari keadilan, karena hingga kini kasus ini masih digantung begitu saja.
Fadila, yang kini sudah kembali di Ponorogo sempat mengalami guncangan psikologis dan menjalani perawatan medis di rumah sakit Ponorogo dan Rumah Sakit Jiwa Surakarta, Jawa Tengah, selama 18 hari. Hingga kini kondisinya belum pulih benar. “Belum pulih total, mengingat (penyiksaan) yang dialaminya masih sepotong-sepotong,’’ tutur Marjaenah
Read more

Jumat, 10 Februari 2017

57 TKI di Luar Negeri Terancam Hukuman Mati


JAKARTA - Sebanyak 57 TKI dari 177 TKI yang tersandung hukum di luar negeri, kini terancam hukuman mati, dan pemerintah diminta untuk serius membantu menyelamatkan mereka.

Meski  para TKI telah terbukti melakukan pembunuhan,namun hal tersebut dilakukan untuk membela diri sebelum mereka terbunuh lebih dulu.

Karenanya, anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Handayani meminta kepada pemerintah membantu  menangani kasus hukum yang menimpa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.

Handayani menegaskan, para pahlawan devisa itu harus segera diselamatkan dari ancaman hukuman mati. Karena pemerintah wajib melindungi rakyatnya di manapun juga, tak terkecuali yang berada di Arab Saudi.

“Tidak mungkin, mereka sudah pergi jauh-jauh hanya untuk membunuh. Saya yakin mereka tidak akan melakukan kalau tidak terpaksa,” kata Handayani, dilansir Republika.co.id, Jumat (10/2/2017).

Sementara itu Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Nusron Wahid mengatakan, solusi agar TKI bisa bebas adalah menyewa pengacara yang handal.

Hal tersebut harus dilakukan karena pemerintah sendiri tidak bisa melakukan intervensi untuk membebaskan mereka dari hukuman mati tersebut. Apalagi, bagi mereka yang tersandung di Timur Tengah, seperti di Arab Saudi.

Menurut dia, di Arab Saudi pemerintah dihadapkan pada penerapan hukum Islam. Sehingga pemerintah terkadang kesulitan untuk ikut campur tangan terhadap proses hukum.

“Kalau keluarga korban tidak memaafkan, maka sangat sulit sekali untuk bisa bebas, pemerintah juga sangat kesulitan. Kecuali mereka memaafkan,” katanya.
Read more

Pemerintah Indonesia Pulangkan 205 TKI Ilegal dari Malaysia


info mediaPemerintah Indonesia memulangkan 205 TKI yang ditahan Pemerintah Malaysia di Pusat Tahanan Sementara PTS Tawau, Mangatal dan Papar Sabah Malaysia.

Pemulangan ratusan TKI ilegal melalaui Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, Kalimantan Utara, tersebut dibiayai oleh Konsulat RI di Tawau Malaysia.
Vice Consul Sulistijo Djati Ismoyo yang mendampingi TKI hingga pelabuhan Tunon Taka, mengatakan, menurut aturan biaya pemulangan TKI, deportan ditanggung oleh Negara Malaysia. Namun dengan alasan kemanusiaan, KRI menanggung biaya pemulangan ratusan TKI ilegal tersebut.
“Pertimbangan lamanya TKI ditahan di PTS Malaysia akan membuat TKI mengalami gangguan kesehatan, baik fisik maupun psikis,” ujarnya, Kamis (9/2/2017).
Sulistijo Djati Ismoyo menambahan, ke-205 TKI tersebut seharusnya sudah dideportasi Pemerintah Malaysia sejak awal Desember 2016 lalu. Namun karena adanya kebijakan yang diterapkan oleh pengelola pelabuhan baru Tawau, Malaysia, membuat pemulangan ratusan TKI menjadi tertunda.
Biasanya, pemulangan TKI deportan oleh Pemerintah Malaysia dilakukan melalaui pelabuhan lama. Namun karena pemulangaan TKI deportan sekarang harus melalaui pelabuhan baru, maka Pemerintah Malaysia kesulitan mencapai kesepakatan terkait aturan pemulangan tersebut. Kendala lain adalah biaya pemulangan deportan yang mengalami kenaikan.
“Itulah kenapa terjadi penumpukan sampai 205 itu karena ada penundaan hampir 3 bulan,” imbuh Sulistijo.
Dari 205 TKI yang dipulangkan melalaui Pelabuyan Tunon Taka, kebanyakan adalah pelanggar aturan keimigrasian Malaysia. Sebanyak 181 TKI yang dipulangkan tersandung kasus keimigrasian, 8 TKI tersandung kasus narkoba dan 16 TKI tersandung kasus kriminal lainnya.
“Kasusnya ada pelanggaran imigrasi, habis masa hukuman karena kejahatan yang mereka lakukan, ada narkoba juga. Tapi yang paling banyak memnag pelanggaran keimigrasian,” ucap Sulistijo Djati Ismoyo, Kamis.
Read more

Kamis, 09 Februari 2017

Belasan TKI Dilaporkan Tenggelam di Perairan Malaysia



info media NUNUKAN -- Belasan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang hendak pulang kampung kecelakaan atau tenggelam di perairan Negeri Sabah, Malaysia.
Konsul RI Tawau, Malaysia, Krisnha Jaelani melalui Ketua Satgas Perlindungan WNI, Djati Ismoyo lewat pesan singkatnya, Rabu malam membenarkan kecelakaan yang dialami puluhan TKI ilegal saat menuju Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Ia mengaku, setelah mendapatkan informasi dari aparat kepolisian Malaysia langsung menjenguk korban selamat di rumah sakit di Tawau, namun identitas belum diketahui. "Belum sempat mengorek informasi dari kedua korban (TKI) yang selamat karena kondisinya masih lemas," ujar dia.
Untuk sementara, data yang dimiliki KRI Tawau masih mengacu pada informasi dari aparat kepolisian negara itu.
Informasi yang diterima Antara di Nunukan dari kepolisian Malaysia bahwa kejadian ini diketahui berawal dari laporan seorang nelayan bernama Safar bin Sehan (57) yang menemukan kedua korban.
Nelayan tersebut menceritakan, speedboat yang ditumpangi 15 TKI ilegal terbalik setelah dihantam ombak di Perairan Batu Payung Tawau saat menuju Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan.
Safar bin Sehan menyatakan, menemukan kedua korban yang belum diketahui identitasnya itu sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Saat dia memancing melihat dua orang sedang berenang menggunakan jaket pelampung.
Pada saat itu nelayan tersebut menyelamatkan korban bersama warga setempat dan membawanya ke rumah sakit terdekat. Sesuai keterangan kedua korban selamat, meninggalkan Pantai Batu Payung pada 7 Februari 2017 sekitar pukul 18.00 waktu setempat bersama 13 orang lainnya termasuk seorang bayi.
Read more

Rabu, 08 Februari 2017

Heboh..!!! Bermoduskan Umrah untuk Salurkan TKI Ilegal




info media

Ibadah umrah diwaspadai sebagai salah satu modus untuk memberangkatkan tenaga kerja Kabupaten Cianjur secara ilegal. Permintaan tenaga kerja informal dari negara Timur Tengah yang masih cukup tinggi, membuat sejumlah pihak sponsor atau calo melakukan berbagai cara untuk mengirimkan tenaga kerja asal Cianjur.

Kepala Seksi Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Tenaga Kerja pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cianjur, Ahmad Ubaidillah menuturkan, visa ibadah atau kunjungan dinilai tidak mencurigakan sehingga pemberangkatan TKI ilegal pun relatif tidak terendus. ”Pihak sponsor atau oknum cenderung bermain aman dan rapi untuk memberangkatkan TKI ilegal. Apalagi keberangkatan untuk ibadah kan tidak mungkin dicegah,” kata pria yang akrab disapa Ubai, Rabu 8 Februari 2017.

Apalagi, pencari tenaga kerja asal Timur Tengah memang berani membayar mahal untuk mendapatkan tenaga kerja Cianjur. Ia menyebutkan, pihak pencari tenaga kerja dapat memasang tarif hingga Rp 75 juta per satu orang yang dikirim ke luar negeri. Jumlah yang besar tersebut diduga memicu oknum tertentu untuk melancarkan keberangkatan tenaga kerja meski moratorium ke 19 negara Timur Tengah telah berlaku sejak 2011 lalu.


"Kami akui, sulit untuk mengungkapnya apalagi kami tidak mengetahui keberadaan sponsor TKI. Selain berkedok ibadah, pihak sponsor juga sekarang tidak memberangkatkan dalam jumlah banyak karena mencurigakan," jelasnya.

Menurut dia, terdapat ratusan lebih sponsor di Cianjur yang terus mencari tenaga kerja untuk dikirim ke Timur Tengah secara ilegal. Iming-iming ibadah umrah pun belum tentu terlaksana, karena banyak visa yang disalahgunakan setibanya tenaga kerja di luar negeri.

Selain itu, aspek lalu lintas yang mendukung untuk mengakses Kota Jakarta dan sekitarnya sebagai lokasi pusat pengurusan dokumen-dokumen juga turut berpengaruh. Pasalnya, Cianjur memiliki banyak jalan masuk menuju Jakarta yang memudahkan pengiriman tenaga kerja untuk kemudian ditampung di sana.

”Makanya, kami gencar lakukan sosialisasi. Masyarakat harus tahu, tidak ada penempatan TKI informal ke 19 negara Timur Tengah. Hendaknya mereka jangan percaya pihak yang menjanjikan pekerjaan di sana," ucap Ubai. Ia menambahkan, banyak risiko yang terjadi jika tenaga kerja tetap nekat berangkat secara ilegal. Salah satunya adalah sulitnya kepulangan kembali ke tanah air, mengingat para majikan pun enggan kehilangan tenaga kerja mereka setelah moratorium yang tidak memungkinkan pengiriman tenaga kerja baru.


Sementara itu, untuk meminimalkan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, dinas pun terus berusaha memfasilitasi kebutuhan pencari kerja di Cianjur dan sekitarnya. Kepala Bidang Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Tenaga Kerja, Sunardi, menuturkan, mereka terus berkoordinasi dengan perusahaan dan pencari kerja untuk menemukan lapangan kerja yang sesuai. Apalagi, terdapat ratusan perusahaan di Cianjur yang memungkinkan untuk menyerap tenaga kerja.

"Masih banyak peluang bekerja di dalam negeri sebenarnya. Banyak perusahaan di Cianjur yang menerima tenaga kerja lulusan SD sekalipun. Asal ada koordinasi dengan dinas, pasti masih bisa mendapatkan pekerjaan di sini atau setidaknya di sekitar Cianjur," katanya.

Sunardi akan memprioritaskan pencari kerja yang bekerjasama atau terdaftar di dinas melalui pengajuak kartu kuning (AK1). Dengan demikian, kebutuhan pencari kerja dan perusahaan pun dapat disinkronisasi. Hingga saat ini, terdapat 2.735 pencari kerja yang mengajukan permohonan AK1.

Hanya saja, penyerapan tenaga kerja sampai saat ini memang terkendala pada kebutuhan perusahaan yang tidak terus menerus membutuhkan tenaga kerja baru. Namun, selama pencari kerja berkoordinasi dengan dinas, maka peluang untuk terus mendapatkan informasi lowongan kerja pun tetap ada.
Read more

Jumat, 03 Februari 2017

20 Jasad TKI Ditemukan di Perairan Kepri, Baru 6 Teridentifikasi

info media

Tim DVI Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepulauan Riau mengirimkan satu lagi jenazah TKI korban kapal tenggelam yang sudah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarganya di Nusa Tenggara Timur untuk dimakamkan.

"Satu jenazah korban kapal tenggelam di Johor yang ditemukan di wilayah Kepri dan sudah teridenifikasi atas nama Zakarias Suri tadi pagi sudah dikirimkan ke pihak keluarga melalui Hang Nadim," kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes S Erlangga dilansir Antara di Batam, Rabu, 1 Februari 2017.

Zakarias merupakan salah seorang korban kapal calon TKI asal Nusa Tenggara Timur yang teridentifikasi melalui susunan gigi, rekam medis dan properti yang dikenakan.

"Ini merupakan jenazah ketiga yang dikirimkan pada pihak keluarga setelah sehari sebelumnya Tim DVI Polda Kepri sudah mengirimkan dua jenazah lainnya," kata dia.

Jenazah pertama diketahui sebagai Samsuri asal Sambijajar, Tulungagung, Jawa Timur yang merupakan jenazah dengan kode label 003. Ia ditemukan pada Jumat, 27 Januari 2017, di perairan Kabupaten Bintan.

Kemudian Muhlip, jenazah berkode 013, merupakan warga Kampung Wijen Klebu, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Pemulangan kedua jenazah tersebut, kata dia, menggunakan penerbangan dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam menuju Surabaya dan Lombok.

RS Bhayangkara Polda Kepri sudah menerima 20 korban kapal tenggelam, termasuk tiga yang sudah teridentifikasi dan dipulangkan. Dua jenazah terakhir ditemukan di perairan Bintan dan Batam.

Ketiganya adalah Saefur Rahman (37), jenazah berlabel 004 asal Bondowoso, Jatim; Wassalam (36), jenazah berlabel 008 asal Madura, Jatim; dan Imam Mubarok, jenazah berlabel 018 asal Lamongan, Jatim.Hingga saat ini, Polda Kepri masih membuka Posko ante mortem di RS Bhayangkara Batam untuk mengumpulkan data pembanding guna proses identifikasi jenazah.

"Kami juga berkoordinasi dengan Tim yang ada di Johor untuk mengidentifikasi. Karena bisa jadi jenazah yang ada di Batam pembandingnya ada di Johor atau sebaliknya," kata Erlangga.

Sementara itu, Wakapolda Kepri Brigjen Didi Haryono mengungkapkan selain tiga jenazah yang sudah dipulangkan, ada tiga jenazah lainnya yang berhasil diidentifikasi.

"Sebanyak 16 jenazah di Rumah Sakit Mersing dan 14 di Rumah Sakit Bhayangkara kepri," kata Wakapolda.

Sebelumnya pada 23 Januari 2017 pukul 09.17 waktu setempat, terjadi kecelakaan kapal pembawa calon TKI (panjang lebih kurang 18 kaki) di Tanjung Rhu, Mersing, Johor. Sejumlah jenazah dan korban selamat ditemukan di Johor.

Banyaknya korban ditemukan di Batam dan Bintan diduga karena saat ini memasuki musim angin utara sehingga jenazah terbawa arus hingga ke Kepri.
Read more

Kamis, 27 Oktober 2016

10 Tahun Jadi TKI Dan Tidak Ada Kabar,.Pulanglah Buk..!!! Rintih Anaknya, Mbak Mifta telah Meninggal Dunia Dan Bapak Susah Melihat K



Pada tanggal 25 oktober 2016 Mifta mengalami kecelakaan ditabrak Motor saat sedang mengayuh sepeda , mifta mengalami luka cukup serius di bagian belakang kepala hingga menimbulkan benjolan cukup besar dan hidung mengeluarkan darah sehingga menyebabkan mifta tidak sadarkan diri .
Mifta pun dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Namun apa yang mau dikata jika takdir sudah berkata lain.

Mifta menghembuskan nafas terakhirnya di RS. Sudono Madiun Pada 26 oktober 2016.

Miftakhul Dwi Kasanah atau akrab dengan panggilan Mifta  adalah anak pertama dari bapak PUJO (  50 tahun ) Dan ibu Samini Indrawati (  36 tahun ) ,tinggal di Jln. bathoro Katong ,No.11B ,  kelurahan Kertosari ,Kecamatan Badaban ,Ponorogo.


Mifta adalah anak Pertama dari 2 bersaudara , ia mempunyai seorang adik bernama jopi muhammad zamnas  yang baru berusia 10 tahun.

Mifta hanya tinggal bersama Ayahnya yang menderita kebutaan (belum buta total ,masih bisa melihat sedikit )  dan adiknya , sedangkan ibu mifta sejak 10 tahun yang lalu pergi ke malaysia untuk menjadi TKI ,namun hingga kabar ini diturunkan ibunda Mifta belum pernah Pulang ke Rumah ,  baik almarhum mifta dan keluarganya tidak mengetahui keberadaan ibunya dan juga kabar terakhir ibunya dimana.

"Bapak Minus tapi sudah parah banget mbak"terang siti ,seorang Relawan penggalang dana untuk meringankan beban keluarga Mifta .

Ya , ibunda mifta sudah 10 tahun tidak memberikan kabar kepada keluarganya dikampung,entah apa alasannya.

Noted :
Ibu Samini ,Pulanglah buk, Suamimu setia menunggu kepulanganmu ,anak-anakmu mengharapkan kehadiranmu disisi mereka.10 tahun buk,itu waktu yang sangat lama bagi mereka untuk menunggu dalam ketidak pastian,kecemasan akan keadaanmu , sekalu bertanya apa yang terjadi denganmu ,dimana kamu.
Kini Anak gadismu  sudah tenang di sisi sang Maha Khalikh ,sedangkan anak mu Jopi kini harus menjadi satu-satunya tongkat untuk suamimu yang sudah susah untuk melihat ,sehingga untuk jalanpun harus ada yang menuntunnya.
Kondisi Rumah

Sakit buk ,saya bisa merasakan perasaan seorang malaikat kecil bernama "Jopi" yang tak lain adalah anakmu.
Pulanglah...,rangkullah Jopi dan suamimu.
Mereka butuh kamu.
Foto KTP milik Samini Indrawati ( Ibunda Alm.Mifta )



Berikut Cuplikan Video wawancara singkat dengan Adik Alm.Mifta yang diambil dari Robet Tri Sasongko
Read more

Dua TKI di Hongkong Disiksa Secara Brutal Sebelum Dibunuh Dengan Keji

info media
Bankir Inggris Rurik Jutting sedang diadili di pengadilan Hongkong dengan tuduhan membunuh dua TKI secara sadis. Di pengadilan diperlihatkan video pembunuhan hasil rekamannya sendiri.
Rurik Jutting aus Großbritannien 03.11.2014 Hongkong (Reuters/Apple Daily)
Dalam video yang dibuatnya sendiri dengan iPhone, bankir Inggris Rurik Jutting terlihat sedang bertelanjang dada di apartemennya.
"Namaku Rurik Jutting. Sekitar lima menit yang lalu aku baru saja membunuh wanita ini di sini, "katanya ke kamera, lalu menunjuk ke bawah pada tubuh Sumarti Ningsih, 23 tahun, yang tertelungkup di lantai kamar mandinya.
Beberapa saat kemudian ia memegang tangannya terlihat gemetar.
"Ini Senin malam. Aku sudah menahan dia sejak Sabtu pagi. Aku memperkosanya berkali-kali, menyiksanya dengan sadis," kata dia.
Lalu gambar video menunjukkan tubuh yang terbungkus selimut abu-abu. Kakinya mencuat keluar dan noda darah terlihat di lantai.
Video itu memuat monolog Rurik Jutting yang berlangsung selama beberapa jam. Direkam dalam beberapa klip video. Pelaku pembunuhan sadis itu berbicara tentang kecanduan narkotikanya dan pelacur. Dia menyatakan tidak merasa bersalah telah membunuh korbannya.
Rekaman video tersebut ditunjukkan pada Selasa (25/10) kedapa tim juri. Inilah hari kedua sidang pengadilan terhadap Rurik Jutting. Dia didakwa membunuh dua orang TKI. Korban keduanya adalah Seneng Mujiasih, 26 tahun. Jaksa penuntut mengatakan, pelaku membunuh kedua korbannya dengan menggorok leher mereka.
Hong Kong British Banker Rurik Jutting Charged With Two Counts Of Murder (Getty Images/Lam Yik Fei) Rurik Jutting tiba di pengadilan Hongkong hari Senin (24/10) di bawah penjagaan ketat.
Jenazah kedua korban ditemukan di apartemen mewah dekat kawasan keuangan Wan Chai di Hongkong. Peristiwanya terjadi akhir 2014. Kasus pembunuhan sadis itu sempat menghebohkan Hongkong, tempat ratusan ribu wanita pekerja rumah tangga migran bekerja.
Rurik Jutting, 31 tahun, menyaksikan proses pengadilan dari dalam ruang kaca tanpa ekspresi sama sekali. Sebelumnya, para juri menyaksikan tayangan video sekitar 20 menit. Adegan video juga menunjukkan bagaimana terdakwa menyiksa Sumarti Ningsih. Media dan publik tidak bisa melihat video itu, tetapi bisa mendengar rekaman suaranya.
Pada persidangan hari pertama Senin kemarin, Jaksa John Reading mengatakan kepada pengadilan bahwa Sumarti, yang berada di Hong Kong dengan visa turis, ikut ke apartemen Rurik Jutting setelah pelaku menawarkan "uang dalam jumlah besar."
Rurik Jutting, bankir yang bekerja di kantor Bank of America-Merrill Lynch cabang Hongkong, menyatakan dirinya tidak bersalah atas dakwaan melakukan dua pembunuhan.
Seneng Mujiasih tercatat secara resmi di Hong Kong sebagai migran pembantu rumah tangga. Namun dia ternyata bekerja di sebuah bar ketika bertemu dengan Rurik Jutting. Jaksa mengatakan, setelah membunuh Sumarti, pelaku kembali mencari perempuan dan menawarkan uang kepada Seneng Mujiasih, yang kemudian dibunuhnya juga.
Read more

Jumat, 21 Oktober 2016

Jenazah TKW Jatuh dari Lantai 11 Diterbangkan ke Ponorogo



info mediaTenaga Kerja Wanita (TKW) asal Ponorogo, Dhinia Sabastini yang mengalami kecelakaan kerja, jatuh dari lantai 11 akhirnya dipastikan sampai Ponorogo, Kamis (20/10/2016) dini hari.

"Nanti jenazahnya sampai Ponorogo sekitar pukul 00.00 WIB. Karena ini posisi sudah sampai bandara Juanda," kata Sumani, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Ponorogo kepada beritajatim.com melalui sambungan telepon, Rabu (19/10/2016).

Namun demikian, Sumani mengaku untuk hasil otopsi TKW tersebut belum diterima. Apakah murni kecelakaan kerja atau karena bunuh diri. Namun demikian, Sumani menegaskan, majikan almrhum tetap bertanggung jawab. "Apapun hasilnya. Tetap ada asuransi sebesar 20.000 dolar Hongkong atau sekitar Rp 33 juta," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) mengalami kecelakaan jatuh dari lantai 11 tempat bekerja. Adalah Dhinia Sabatini warga Jalan Kumbokarno Kelurahan Surodikraman, Kecamatan Ponorogo.

"Belum ada informasi resmi dari pemerintah. Hanya saja saya mendapat kabar dari kerabat yang juga berkerja di Hongkong. Anak saya jatuh dari lantai 11," kata Tri Hantoro, bapak dari Dhinia Sabatini
Read more

Rabu, 19 Oktober 2016

Dinyatakan Meninggal, Pencarian TKI Asal Madiun Dan Ponorogo Korban Topan Megi di Taiwan Dihentikan



info mediaPencarian 2 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Ponorogo dan Madiun dihentikan oleh tim pencari korban bencana topan Megi dari Kepolisian Taiwan.  Hal itu dilakukan setelah pencarian selama tiga minggu tidak kunjung menemukan jasad mereka.
Kepolisian Taiwan sudah menyatakan dua TKI yang hilang sejak 27 September 2016 itu meninggal dunia karena jasadnya tidak ditemukan.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Ponorogo, Sumani, mengatakan, tim pencari korban topan Megi sudah tidak bekerja lagi lantaran selama tiga pekan melakukan pencarian dua TKI tak membuahkan hasil.
Kedua TKI tersebut yaitu Hadi Baskoro, 48, warga RT 001/RW 001, Desa Semanding, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, dan Basori, 37, warga RT 050/RW 005, Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun.
Jasad kedua korban berdasarkan keterangan kepolisian setempat diduga hanyut terseret arus sungai yang mengalir ke laut Taiwan. "Kalau sudah berada dilaut sulit ditemukan jasadnya," ucap dia.
Sumani mengatakan, pihaknya sudah menginformasikan kepada keluarga mengenai penghentian pencarian ini.
Kendati jasad kedua TKI tak ditemukan, sebut dia, pemerintah dan perusahaan tetap memberikan hak-haknya kepada keluarga korban.
Hak-hak yang diberikan berupa pencairan dana asuransi, sisa gaji, dan tali asih dari perusahaan yang memberangkatkan korban di Taiwan.
Untuk mempercepat pencairan dana asuransi, Dinsosnakertrans, Ponorogo akan berkoordinasi dengan Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Ponorogo.
Surat itu berupa pernyataan atau keputusan tentang kematian TKI asal Ponorogo ,Hadi Baskoro.
Read more

Rabu, 12 Oktober 2016

TKW Asal Ponorogo Meninggal Jatuh Dari Lantai 11 Apartemen

info media


Diduga Karena Tekanan Pekerjaan TKW Hongkong Asal Ponorogo Meninggal Terjatuh Dari Lantai 11 Apartemen - Dikabarkan seorang TKW Hongkong yang bekerja di sebuah gedung apartemen di Avigon Tuen Mun Hong Kong ditemukan tewas terjatuh dari lantai atas geung apartemen.Seperti berita yand diperoleh dari HK01 dan Ejinsight, wanita tersebut belakangan diketahui berasal dari Ponorogo Jawa Timur Indonesia

“Kami sudah dapat kabarnya. Iya benar, dia PRT asal Indonesia,” kata staf Fungsi Tenaga Kerja Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong, Agustaf Ilias

Agustaf mengonfirmasi, BMI tersebut bernama Dhinia Sabatini, berasal dari Ponorogo, Jawa Timur. 

“Dia baru 3 bulan bekerja di Hong Kong,” ujarnya
Sebelum meninggal ia menulis sebuah surat yang isinya mengatakan bahwa ia merasa tertekan oleh majikannya dan pekerjaanya sehingga ia mengakiri hidupnya hari minggu lalu.

Salah seorang TKW lain yang bekerja satu apartemen menuturkan 

"Dia anak Ponorogo, dia bekerja di lantai 11 dan saya bekerja di lantai 7. Motifnya masih simpang siur tapi 4 hari yang lalu ia nelpon saya namun tidak saya  respon karena kesibukan saya. Dia masih 3 bulan 2 minggu di Hong Kong."  ungkapnya.

Polisi mengatakan TKW itu masih terbilang baru dengan majikan, setelah tiba di Hong Kong baru-baru ini. Sebuah sumber dari pihak kepolisian mengatakan jika TKW tersebut ternyata stress karena merindukan kampung halaman.
Read more

Senin, 19 September 2016

Hebat...!!! Aksi Heroik TKI Taiwan Selamatkan Perempuan Tenggelam


Menurut berita yang diterima BNP2TKI melalui Kadir, Home Staf Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, saat ini pihak Keelung City Government, Taiwan, tengah disibukkan upaya untuk menemukan seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) yang bekerja di Taiwan.
Pencarian tersebut merupakan upaya baik pihak Taiwan, dikarenakan TKI itu telah menjadi pembicaraan luas di dunia media Taiwan karena tindakan heroiknya yang telah menyelamatkan nyawa seorang perempuan yang terjatuh di pelabuhan laut Keelung, Taiwan. TKI yang diidentifikasi bernama Anggi, sudah dapat dihubungi oleh KDEI Taipei melalui pesan messenger, namun demikian belum dapat dijumpai secara langsung. TKI tersebut menyampaikan bahwa dia sedang bekerja.
Aksi heroik TKI tersebut ramai diberitakan di media cetak, televisi dan daring Taiwan. “Orang Indonesia Berani,” begitu antara lain penggalan berita pada Jumat (16/09) seperti disampaikan Kadir.
Lebih lanjut, KDEI Taipei sudah berupaya untuk menelusuri posisi TKI tersebut, antara lain koordinasi dengan sejumlah pihak terkait di Taiwan untuk menemukan TKI dimaksud, sekaligus mengimbau dapat menghubungi KDEI Taipei yang merupakan perwakilan kepentingan urusan perdagangan dan ekonomi Indonesia di Taipei.
Seperti yang diberitakan di berbagai media elektronik dan cetak di Taiwan, seorang perempuan yang sedang menelepon sambil bersandar di papan di pinggir pelabuhan laut, jatuh tercebur ke laut. Beruntung seorang TKI yang bekerja sebagai ABK dan baru sebulan bekerja di Taiwan melihat korban tersebut dan tanpa berpikir panjang langsung melompat ke laut untuk memberi pertolongan.
TKI tersebut berhasil mengangkat tubuh perempuan yang diduga dalam keadaan mabuk tersebut ke permukaan laut, dan bersama-sama sejumlah orang membawanya ke tepi
pelabuhan, sebelum tim penyelamat datang. Akhirnya wanita itu berhasil diselamatkan. Tidak diketahui persis mengapa korban terjatuh ke laut yang terjadi pada Kamis malam (14/9) sekitar pukul 21.00 waktu Taiwan.
Read more

Minggu, 18 September 2016

Tiga TKI Dilaporkan Tewas Ditembak Polisi Malaysia


Tiga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, dilaporkan tewas tertembak Polisi Diraja Malaysia. Jasad ketiga TKI tersebut saat ini dikabarkan masih berada di Rumah Sakit Johor Malaysia.
Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Tenaga Kerja (Penta) Disnakertrans Kabupaten Sumbawa, Zainal Arifin yang dikonfirmasi mengakui kejadian tersebut. Kata dia, dari informasi yang diterima, tiga TKI yang tewas tertembak bernama Burhanuddin asal Desa Tarusa Kecamatan Buer; Firmansyah warga Desa Kalabeso Kecamatan Alas; dan Irwan Hidayat dari Desa Juru Mapin.
“Kami sudah menghubungi pihak keluarga dan membenarkan ketiganya berada di Malaysia,” katanya, Minggu, 18 September 2016.
Meski demikian, lanjutnya, kepastian identitas ketiga jenazah yang saat ini masih berada di rumah sakit di Malaysia tersebut masih terus dikonfirmasi. Dia juga mengaku jika pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan KBRI di Kuala Lumpur.
“Kami hanya ingin mensinkronkan identitas mereka untuk memastikan benar tidaknya jenazah itu adalah pekerja asal Sumbawa. Selain itu kami ingin mendapatkan informasi resmi soal penyebab kematiannya,” ujarnya menambahkan.
Menurut Zainal, jika benar ketiganya merupakan pekerja asal Sumbawa, pihak keluarga berharap jasad mereka dipulangkan untuk dikebumikan di kampung halamannya.
Sejauh ini, ketiga TKI tersebut dimungkinkan berangkat melalui jalur ilegal. Meski demikian, Pemda Sumbawa akan tetap memberikan perhatian kepada mereka. “Apabila benar mereka dari Sumbawa kami akan berupaya memulangkan jenazahnya. Langkah-langkah awal sudah kami lakukan, salah satunya berkoordinasi dengan KBRI melalui BNP2TKI, dan BP3TKI.”
Laporan: Irwansyah/tvOne/Sumbawa
info media
Read more

Sabtu, 10 September 2016

Seorang TKI Meninggal di Malaysia karena "Septic Shock"



info mediaSeorang tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia, Sri Murni (40), meninggal dunia karena penyakit septic shock.
Sri adalah warga RT 004 RW 004, Desa Banteran, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah.
"KBRI baru saja mendapat permohonan surat keterangan pengiriman jenazah untuk atas nama Sri Murni,” kata Atase Penerangan Sosial dan Budaya Kedubes RI di Kuala Lumpur, Trigustono Supriyanto, di Kuala Lumpur, Jumat (9/9/2016).
“Penyebab meninggalnya tertulis septic shock dengan asidosis metabolik berat," ujar Trigustono menambahkan.
Trigustono mengatakan, septic shock merupakan hasil dari infeksi dan menyebabkan perubahan drastis dalam tubuh yang sangat berbahaya serta berpotensi mengancam nyawa.
"Hal ini terjadi ketika bahan kimia yang melawan infeksi dengan memicu reaksi inflamasi dilepaskan ke dalam aliran darah," katanya.
Trigustono mengatakan, almarhumah meninggal pada Selasa (6/9/2016). KBRI Kuala Lumpur baru mendapatkan informasi soal kematiannya pada Kamis (8/9/2016) malam.
"Almarhumah kerja di Selangor. Belum jelas dia kerja di pabrik atau pembantu rumah tangga,” kata dia.
Jenazah sudah diurus oleh Casket Paradise Funeral Care untuk pemulangan ke Indonesia dan diserahkan ahli waris.
Trigustono mengatakan, almarhumah masih mempunyai gaji 2.646,35 ringgit Malaysia (RM) atau setara Rp 8,5 juta, dan uang derma 1.060 RM atau setara Rp 3,4 juta.
"Jadi belum ada kepastian apakah almarhumah meninggal dunia karena zika atau bukan," katanya.
Read more