Tampilkan postingan dengan label EKONOMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EKONOMI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Februari 2017

Cabai Impor Dari China Sudah Masuk Pasar Trenggalek dan Tulungagung


info mediaTrenggalek - Komoditas cabai impor yang diduga berasal dari China dan India mulai masuk di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Trenggalek maupun Tulungagung. Kehadiran cabai impor tersebut muncul saat harga cabai lokal melonjak tajam. 

Salah seorang pedagang sembako di Pasar Basah Trenggalek, Siti, mengatakan komoditas cabai impor telah masuk ke pasar tradisional sejak lima bulan terakhir. Seluruh cabai tersebut berbentuk kering. 

"Kalau di Trenggalek ini barangnya ambil dari Pasar Ngemplak Tulungagung, sedangkan harga di tingkat pengecer bermacam-macam mulai Rp60 ribu hingga Rp80 ribu/kilogram," ujar Siti, Rabu (22/2/2017)

Menurutnya, meskipun dijual lebih murah dibanding cabai lokal, cabai impor tidak terlalu diminati oleh konsumen rumah tangga. Pembeli cabai impor rata-rata adalah pegusaha warung maupun rumah makan. 

"Untuk ibu-ibu rumah tangga kurang sedang dengan cabai ini (impor) karena rasanya masih lebih enak cabai lokal, sedangkan untuk impor tidak terlalu pedas dan ada rasa manisnya," imbuhnya. 

Pedagang lain, Eko Wahyudi mengatakan, saat ini harga cabai lokal masih relatif tinggi. Cabai rawit merah dijual Rp 130 ribu/kilogram, cabai merah besar Rp 50 ribu/kilogram dan cabai keriting Rp 50 ribu /kilogram. 

"Untuk harga cabai besar relatif stabil, tapi kalau cabai rawit setiap hari terus berubah dan tidak bisa dipastikan," katanya

Sementara itu di wilayah Tulungagung, keberadaan cabai kering impor telah ada sejak beberapa bulan yang lalu. Jumlah paling banyak berada di Pasar Ngemplak, Tulungagung.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Sudarmaji, mengatakan, cabai impor tersebut rata-rata didatangkan dari wilayah Jakarta maupun Surabaya. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Tulungagung, Trenggalek maupun Ponorogo. 

"Tulungagung ini menjadi salah satu pemasok kebutuhan sehari-hari untuk sejumlah wilayah di pesisir selatan Jawa Timur. Nah terkait cabai impor itu kami belum tahu apakah dari china, India atau negara lain. Yang jelas pedang Tulungangung ambilnya dari Jakarta dan Surabaya," terang Sudarmaji 

Menurutnya, keberadaan cabai impor tidak terlalu berpengaruh terhadap tingkat penjualan maupun harga cabai lokal di pasaran. Namun cabai kering itu justru membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan di masing-masing rumah tangga.

"Cabai impor ini muncul karena pasokan di tingkat petani kondisinya sedang sedikit, akibat gagal panen. Nanti ketika pasokan dari petani lokal normal, cabai impor itu akan hilang dengan sendirinya," tutur Sudarmaji.
Read more

Senin, 20 Februari 2017

Tanaman Padi Ludes Diserang Hama, Petani di Madiun Menjerit


info mediaMADIUN - Sejumlah petani di Desa Krajan, Madiun, Jawa Timur terpaksa gigit jari melihat tanaman padi mereka ludes diserang hama wereng. Akibatnya hasil tani itu terancam gagal panen.
"Biar tidak merugi terlalu banyak, tanaman yang kondisinya masih bagus kami panen lebih awal," ujar Wiji, salah seorang petani Dusun Ngablak, seperti dikutip dari JPNN, Senin (20/2/2017).
Ia mengungkapkan, dari luas satu hektare tanaman padi miliknya, kondisi yang masih terbilang bagus hanya tersisa seperempat. Selebihnya, daunnya mengering dan batangnya putus karena dimakan hama wereng.
"Kalau tidak segera dipanen, yang lain bisa ketularan (diserang wereng-red),'' katanya.
Menurut dia, ancaman wereng kali ini terbilang ganas dan cepat menyerang ke tanaman padi lainnya. Berpindah dari satu sawah ke yang lain dan berkembang biak dengan cepat.
"Serangan wereng baru muncul dua minggu yang lalu. Tapi, dampaknya sudah seperti ini," tutur Wiji.
Ia menjelaskan, saat ini padi di lahan sawahnya berusia belum genap 100 hari. Padahal, panen biasanya dilakukan pada 105-110 hari. Karena dipanen lebih awal, kondisi gabah pun masih basah hingga harga di pasaran anjlok.
Jika dalam kondisi normal, satu kilogram berharga Rp4 ribu, tapi saat ini hanya Rp3 ribu. Di sisi lain, Wiji mencoba memanen tanaman padi miliknya yang terkena hama wereng. Dengan harapan, masih ada sisa-sisa bulir padi yang bisa dijual atau setidaknya dikonsumsi sendiri.
"Kalau masih ada sisa, kondisinya biasanya sudah rusak. Harganya juga rendah,'' ungkapnya.
Wiji mengaku sudah berupaya melakukan penyemprotan dengan cairan insektisida. Hasilnya, hama wereng sempat menghilang beberapa hari, tapi muncul lagi. Upaya dengan membakar tanaman padi yang mengering juga sudah dilakukan. Namun, hasilnya lagi-lagi nihil.
Disinggung soal asuransi usaha tanam padi (AUTP), Wiji mengaku tidak ikut serta. "Ya, enggak sampai kepikiran ke sana (ikut AUTP-red). Saya cuma menanam dan berharap bisa tumbuh baik," tutupnya
Read more

Kamis, 16 Februari 2017

Harapan Pedagang Para Pasar untuk Pemenang Pilkada DKI Jakarta



info mediaAsosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) meminta pemimpin baru di daerah usai penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), termasuk Jakarta dapat menstabilkan harga pangan. Perekonomian di Ibukota harus kembali menggeliat sehingga dapat meningkatkan daya beli masyarakat.
"Siapapun pemimpinnya, terutama di Jakarta harus bisa menstabilkan harga pangan. Lihat saja harga gonjang ganjing kayak begini sampai cabai harganya Rp 150 ribu per Kilogram (Kg)," ucap Wakil Ketua Umum DPP APPSI, Ngadiran saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Rabu (15/2/2017).

Dia pun meminta kepada Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru nantinya dapat meningkatkan daya beli masyarakat. Caranya melalui penyerapan anggaran dan tenaga kerja yang optimal. Dengan demikian, sambungnya, dana berputar sehingga ekonomi daerah menggeliat.
"Ekonomi Jakarta sekarang carut marut. Makanya harus ada kebijakan baru untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Kalau harga pangan stabil, daya beli naik, nasib pedagang otomatis juga meningkat karena orang pada belanja ke pasar. Kalau banyak pengangguran, siapa yang belanja," terang Ngadiran.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansuri berharap pemimpin Jakarta harus mampu menjadikan pasar tradisional dan pedagangnya sebagai aset yang harus dilindungi dan dipertahankan. "Pemimpin baru di Jakarta dan daerah lain perlu melibatkan pedagang dalam stabilitas harga pangan," pintanya.  
Harapan lain, kata Mansuri, Gubernur maupun Wakil Gubernur perlu melibatkan peran serta pedagang dalam pengelolaan dan keberlangsungan pasar tradisional, menata tanpa mengusir dan membangun tanpa menggusur. "Memperkuat permodalan pedagang dan menghindari pedagang dari rentenir, serta melakukan gerakan bersama ayo belanja ke pasar tradisional," ucap dia
Read more

Rabu, 15 Februari 2017

Hebat..!!! Di Trenggalek Ada ATM Beras Untuk Warga Miskin



info mediaTrenggalek - Anjungan Tunai Mandiri (ATM) biasanya digunakan untuk mengambil uang dan berbagai transaksi perbankkan, namun di Polres Trenggalek, alat tersebut justru mengeluarkan beras, penasaran? 

Mesin tersebut berdiri di teras depan Polres Trenggalek. Seperti mesin ATM pada umumnya,mesin ini memerlukan kartu untuk 'bertransaksi'. Hanya saja yang keluar bukanlah uang, melainkan beras.

Kapolres Trenggalek AKBP Donny Adityawarman mengatakan, mesin yang ada di Polres Trenggalek itu merupakan ATM beras yang sengaja disediakan untuk menyalurkan bahan pokok untuk warga miskin. "Ini adalah salah satu terobosan dan inovasi program unggulan 'polisi peduli sesama' (P2S). Di satuan Polisi seluruh Indonesia, hanya Polres Trenggalek yang memiliki ATM beras semacam ini," kata Donny kepada detikcom, Rabu (15/2/2017). 
Rencananya, mesin ATM beras tersebut tidak hanya disediakan di markas polres, namun juga di seluruh mapolsek yang ada di seluruh Trenggalek. 

Menurutnya, sistem operasional mesin canggih tersebut hampir mirip dengan ATM yang digunakan untuk menarik uang dan hanya cukup menggunakan kartu khusus. 

Donny mengaku akan bekerja sama dengan Pemkab Trenggalek untuk menentukan warga miskin yang berhak mendapatkan kartu ATM beras. Nantinya, setiap rumah tangga sasaran bisa mengambil beras satu bulan sekali dengan waktu 24 jam penuh. 
Pemegang kartu bisa langsung datang ke kantor polisi untuk mengambil beras sambil berinteraksi dengan polisi. Kami juga akan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas," kata mantan Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya ini. 

Disinggung terkait penyediaan beras di masing-masing mesin ATM beras, kepolisian akam bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk relawan, iuran anggota kepolisian, maupun dari para donatur lain. 

Pihaknya berharap, ATM beras bisa memberikan manfaat untuk masyarakat Trenggalek sekaligus sebagai contoh program penyaluran beras untuk warga miskin yang praktis dan tepat sasaran. 
Read more

Minggu, 12 Februari 2017

Panen Raya 2017, Bulog Serap Gabah Petani di Ngawi dan Madiun


info media
MADIUN - Memasuki masa panen raya 2017,  Bulog Sub Divre IV Madiun, Jawa Timur membeli gabah kering dari para petani di wilayah Madiun dan Ngawi.
Bulog membeli gabah kering panen seharga Rp 3.700 per kilogram (kg). "Kami sudah mulai melakukan penyerapan atau pembelian gabah dari petani di wilayah Ngawi dan Madiun melalui tim Satker ADA DN 2017 dan mitra kerja. Gabah yang dibeli dengan harga Rp 3.700 harus sesuai spesifikasi dengan kadar air maksimum 25 persen dan hampa kotoran maksimum 10 persen," kata Kepala Sub Divre Bulog Wilayah IV Madiun, Antok Hendriyanto, Jumat (10/2/2017).Antok mengatakan penyerapan atau pembelian gabah dari petani sudah dilakukan sejak seminggu yang lalu. "Tadi kami menyerap gabah kering panen milik petani di Kecamatan Kewadungan dan Kecamatan Pangkur dengan total yang dibeli 40 ton. Untuk pekan lalu, gabah kering panen yang dibeli mencapai 250 ton," kata Antok.Antok mengatakan Tim Satker Pengadaan ADA DN dan mitra kerja akan membeli gabah dari petani, selama gabah yang dijual memenuhi kualifikasi dan kualitas yang dipersyaratkan.Selain itu tim pengadaan akan membeli gabah kering panen milik petani sesuai ketentuan harga yang ditetapkan pemerintah.  "Kalau gabah kering panen yang dijual petani sesuai dengan spesifikasi maka akan dibeli Rp 3.700. Sementara bila kadar air diatas 25 persen dan kotorannya di atas 10 persen maka akan tetap dibeli harganya variatif mulai dari Rp  3.500 per kilogram," kata Antok.Dalam penyerapan itu, tim Satker Pengadaan Dalam Negeri 2017 bermitra dengan Gapoktan, KTNA, KUD di wilayah Sub Divre IV Madiun. "Kami sudah mensosialisasikan pengadaan gabah ke mitra kerja Bulog dan Gapoktan di wilayah Perum Bulog Subdrive Madiun," tandas Antok.
Read more

Rabu, 08 Februari 2017

Bisa Ditiru, Mahasiswi Cantik di Ponorogo ini Cukupi Kebutuhan Bulanan dari Berjualan Paperflower


PONOROGO- Berawal dari hobi membuat kerajinan tangan, Mustika Candra Sumirat kini menekuni usaha jasa pembuatan paperflower.
Mahasiswi semester delapan jurusan Pendidikan Agama Islam, IAIN Ponorogo ini sudah sekitar satu setengah tahun membuka usaha pembuatan paperflower.
"Awalnya hobi aja, suka bikin-bikin kerajinan tangan. Dulu belajarnya sama teman di Bogor," kata gadis yang akrab disapa Candra ini.
Candra mengatakan, di Ponorogo masih belum banyak yang menggeluti usaha pembuatan bunga dari kertas atau paperflower.
"Saya tertarik mengembangkan usaha paperflower di sini karena masih sangat jarang di Ponorogo," kata gadis kelahiran 31 Oktober 1994 ini.
Candra menuturkan, biasanya para pelangganya adalah mahasiswa yang diwisuda, acara prewedding, postwedd, ulangtahun, dan juga pesta pernikahan.
Sementara untuk harganya, tergantung pada banyaknya bunga dan tingkat kerumitan.
"Tergantung banyaknya bunga. Per-bouquet mulai lima ribu hingga 70 ribu," kata gadis yang juga gemar melukis ini.
Selain belum banyak pesaing, bisnis pembuatan paperflower juga tidak membutuhkan banyak modal. Akan tetapi, dibutukan ketrampilan dan ketelatenan .
"Bahan bakunya murah banget soalnya, cuma kertas. Tapi ya butuh ketelatenan super," katanya saat berbincang dengan reproter surya.co.id.
Agar tidak kalah bersaing dengan pembuat paperflower yang ada di Ponorogo, Candra terus membuat inovasi dengan mencari refrensi internet.
Candra menambahkan, meski tidak banyak, penghasilan yang dia dapat dari berjualan paperflower dapat ia gunakan untuk keperluan sehari-hari dan membayar uang kos.
Read more

Selasa, 07 Februari 2017

Rp120.000/kg Harga Cabai Rawit di Madiun Kalahkan Daging Sapi





info mediaMADIUN – Harga cabai rawit merah di Madiun Jawa Timur terus meroket hingga mencapai Rp120.000 per kilogram. Angka tersebut melebihi harga daging sapi kualitas super Rp110.000 per kilogram.
“Harga cabai rawit merah masih terus naik. Sejak beberapa hari ini sudah mencapai Rp120.000 per kilogram. Melebihi harga daging sapi kualitas super Rp110.000 per kilogram,” ujar Suprapti, pedagang cabai dan kebutuhan pokok di Pasar Sambirejo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Senin (6/2/2017).
Dia menambahkan harga cabai rawit terus naik karena pasokan komoditas tersebut yang minim di pasaran akibat banyaknya lahan pertanian cabai yang gagal panen selama cuaca ekstrem ini. “Harganya terus naik hingga membuat para pedagang kesulitan untuk kulakan karena begitu tingginya,” kata dia.
Suprapti menambahkan pedagang tidak berani kulak banyak karena takut cabai tidak laku dan membusuk. “Pedagang juga mengurangi kulakan karena daya beli masyarakat yang menurun akibat mahalnya harga cabai tersebut,” kata dia.
Sementara, harga cabai merah besar dan keritig terpantau jauh lebih murah dibandingkan cabai rawit. Di pasar setempat, cabai merah besar hanya Rp40.000 per kilogram, sedangkan cabai keriting Rp48.500 per kilogram.
Di Pasar Besar Kota Madiun, harga cabai rawit merah juga mencapai Rp120.000 per kilogram. “Sejak sepekan terakhir harganya berkisar Rp118.000 hingga R120.000 per kilogram. Kondisi ini semakin menyulitkan kami untuk menjualnya,” kata pedagang cabai di Pasar Besar Kota Madiun, Sulastri.
Ia mengaku sejak harga cabai rawit mencapai Rp80.000 per kilogram dan terus naik hingga Rp100.000 lebih, penjualannya justru merosot. Saat harga belum tinggi, ia biasa menjual hingga 30 kilogram per hari.
“Biasanya yang beli pelanggan yang punya usaha berjualan nasi pecel. Sekali beli bisa lima kilo hingga tujuh kilo untuk membuat sambal pecel. Sekarang belinya paling banyak hanya tiga kilogram saja,” kata dia.
Saat ini, rata-rata penjualan cabai hanya10 kilogram saja per hari. Ia juga terpaksa mengurangi kulakannya karena takut tidak laku dan membusuk.
Sementara, harga cabai merah besar di Pasar Besar Madiun terpantau di kisaran Rp45.000 hinggan Rp48.500 per kilogram, cabai keriting Rp55.000 hingga Rp57.000 per kilogram.
Sedangkan harga kebutuhan pokok lainnya justru terpantau stabil. Harga beras medium Rp8.500 per kilogram, gula pasir Rp12.500 per kilogram, daging sapi Rp100.000 per kilogram, daging ayam potong Rp29.000 per kilogram.
Telur ayam ras Rp17.500 per kilogram, bawang merah Rp30.000 per kilogram, bawang putih Rp34.000 per kilogram, kubis Rp8.000 per kilogram, kentang Rp12.500 per kilogram, wotel Rp8.500 per kilogram, buncis Rp10.000 per kilogram, dan tomat Rp5.000 per kilogram.
Read more

Kamis, 21 Juli 2016

Harga Emas Hari Ini Turun Tajam Dipengaruhi Penguatan Dollar AS !

Harga-emas-Hari-Ini
Harga Emas Hari Ini Turun Tajam Dipengaruhi Penguatan Dollar AS !
Harga emas hari ini. Emas berjangka di divisi COMEX New York Exchange kini berakhir turun tajam pada hari Rabu 20 Juli 2016 sore waktu setempat atau hari Kamis 21 Juli 2016 pagi WIB. Penyebab dari hal tersebut adalah karena dollar AS yang kini kembali menguat dan reli ekuitas AS telah memberikan tekanan pada logam mulia.
Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman bulan Agustus turun hingga 13 dollar Amerika Serikat atau sebesar 0,98 persen dan jadi menetap di 1.319.30 dollar Amerika Serikat per ounce. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap beberapa mata uang utama. Indeks dollar AS naik sebesar 0,14 persen menjadi 97,18 pada pukul 19.00 GMT.
Pada biasanya emas dan dollar bergerak secara berlawanan arah yang berarti apabila dollar naik maka emas akan turun. Hal ini karena emas yang diukur dengan menggunakan dolar akan menjadi lebih mahal bagi para investor. Penguatan ekuitas dari Amerika Serikat juga akan menempatkan tekanan pada logam mulia. Hal dini terjadi karena Dow Jones Industrial Average AS mengalami kenaikan sebesar 46 poin atau sebesar 0,25 persen pada pukul 19.00 GMT.
Para analis telah mencatat bahwa pada saat euitas telah membukukan kerugian, maka logam mulai biasanya akan mengalami kenaikan. hal ini bisa terjadi sebab investor lebih mencari tempat yang aman. Sebaliknya, apabila ekuitas Amerika serikat membukuan keuntungan, maka logam mulia biasanya akan mengalami penurunan.
Kini para pedagang sedang menunggu rilis dari laporan klaim mengenai pengangguran mingguan, Survei Prospek Bisnis Fed Philadelphia, Laporan penjualan Existing Home pada hari Kamis, dan juga Indeks Manufaktur PMI pada hari Jumat nanti.
Para investor meyakini bahwa Fed akan menunda kenaikan suku bunga yang sebelumnya sudah diperkirakan pada bulan Juli sampai 2017. Risalah pertemuan Fed sebelumnya telah menyebabkan para pedagang percaya bahwa Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 0,50 persen menjadi 0,75 persen selama pertemuan FOMC Desember.
Probabilitas yang tersirat saat ini tercatat untuk kenaikan suku bunga dari 0,5 persen ke 0,75 persen adalah pada nol persen untuk pertemuan bulan Juli, 25 persen pada pertemaun bulan September, 26 persen pada pertemuan bulan November dan sebesar 51 persen pada pertemuan bulan Desember.
Read more

Minggu, 22 Mei 2016

Lidi Dupa Menjadi Penopang Ekonomi Warga Pinggiran Ponorogo


PONOROGO - Kota Ponorogo bukan saja terkenal akan seni dan budayanya, namun di Kota Reog ini menjamur Usaha Kecil Menengah (UKM) yang menjadi penompang ekonomi warganya.

Di Ponorogo , kerajinan lidi dupa banyak dijumpai di sejumlah desa di dekat perbatasan wilayah Kabupaten Trenggalek , tepatnya di Kecamatan Sawo . Salah satunya, usaha milik Mulyoto, warga Desa Tempuran ini. Setiap hari usaha yang dirintis sejak tiga tahun lalu itu dapat menghasilkan hingga  lima kwintal lidi dupa.
 
Namun produksi sebanyak itu tentu saja tidak dikerjakan sendirian, melainkan harus melibatkan banyak tenaga kerja. Dari situ terciptalah sebuah lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Warga sekitar yang mayoritas mengandalkan penghasilan dari bertani, kini memiliki usaha sampingan berkat lidi dupa ini .
 
Mulyoto mengatakan, dalam membuat lidi dupa ini warga bisa membawa pulang bahan berupa batang bambu dan dikerjakan di rumah masing-masing. Setelah batang bambu tersebut sudah menjadi lidi dupa, Mulyoto kemudian membelinya kembali dengan harga Rp 2.700 per kilogram.

Selain bisa membuat proses produksinya lebih cepat, dengan melibatkan sebanyak 30 kepala keluarga ini, Mulyoto senang dapat membantu perekonomian mereka .

Sujarno , salah satu warga, mengaku senang dengan pekerjaan membuat lidi dupa ini. Apalagi di saat menjelang hari besar Imlek, produksinya semakin meningkat dari hari biasanya yang hanya 20 kilogram, kini naik menjadi 40 kilogram per hari.
Read more

Selasa, 10 Mei 2016

Jelang Ramadhan, Harga Kebutuhan Pokok Merangkak Naik


Menjelang bulan suci ramadhan, seluruh kebutuhan dapur di pasar-pasar tradisional Tuban, mulai bergerak naik. Kenaikan tertinggi terjadi pada komoditas daging sapi dan daging ayam yang mencapai Rp 5 ribu.

Seperti terpantau di Pasar Baru Kabupaten Tuban, sejak dua hari terakhir, harga kebutuhan dapur mulai merangkak naik. Kenaikan terjadi pada seluruh komoditas, baik sembako, sayuran, hingga daging yang mencapai besaran antara Rp 500 hingga Rp 5.000 per kilogram.

Minyak goreng curah misalnya, sebelumnya hanya dijual seharga Rp 8.500 per kilogram, namun kini naik Rp 9.500 per kilogram. Lalu gula pasir naik menjadi Rp 11.500 per kilogram, padahal sebelumnya hanya Rp 10.000 per kilogram. Bahkan telur yang selama ini stabil naik Rp 500, dari sebelumnya Rp 19.200 per kilogram, menjadi Rp 19.700 per kilogram.

Selain itu, kenaikan harga juga terjadi pada bawang merah dan bawang putih, masing-masing kini dijual dengan harga Rp 34.000 per kilogram untuk bawang merah dan Rp 17.000 per kilogram untuk bawang putih. Sementara itu untuk beras kualitas bagus kini dihargai Rp 10.000 per kilogram, sedangkan beras kualitas medium naik menjadi Rp 8.000 per kilogram.

Menurut Siti Aisyah, pedagang sembako, kenaikan harga tertinggi terjadi pada komoditas daging sapi dan daging ayam yang mencapai Rp 5.000 per kilogram. Seperti daging sapi kualitas super naik dari harga Rp 90.000 per kilogram, menjadi Rp 95.000 per kilogram. Sedangkan daging sapi kualitas sedang kini dijual dengan harga Rp 85.000 per kilogram, padahal sebelumnya hanya berkisar Rp 80.000 per kilogram.

Daging ayam potong kini naik menjadi Rp 30.000 per kilogram, dari harga sebelumnya Rp 25.000 per kilogram. Sedangkan daging ayam kampung naik dari Rp 40.500 per kilogram, menjadi Rp 50.000 per kilogram.

Mahalnya harga kebutuhan dapur membuat daya beli masyarakat berkurang. Akibatnya omzet para pedagang turun. Jika biasanya setiap pedagang daging ayam bisa menjual 25 kilogram per hari, kini hanya bisa 15 kilogram saja
Read more

Selasa, 29 Maret 2016

Harga Bawang Merah Melejit, Ibu Rumah Tangga Menjerit

MADIUN – Para ibu rumah tangga di Madiun menjerit beberapa pekan terakhir dengan melejitnya harga bawang merah dan bawah putih. Pasalnya, kenaikan harga bawang merah dan bawah putih kini naik mencapai 80 persen dari harga normal. Kondisi ini cukup meyulitkan para pedagang menjual bawang merah dan bawah putih ini.
Pantauan suarajatimpost.com, di Pasar Besar Madiun (PBM), harga bawang merah mencatat rekor tertinggi. Awalnya, harga bawang merah cuma Rp 25 ribu perkilogramnya, Namun memasuki beberapa pekan terakhir, harganya melambung tajam menjadi Rp 38 ribu perkilogramnya. Sedangkan bawang putih yang semula Rp 27 ribu kini naik menjadi Rp 36 ribu perkilogramnya.
“Waktu harga stabil dagangan saya bisa habis mas, Tapi sekarang sudah sulit. Sementara untuk cabai sekarang cenderung mulai stabil, harga cabai yang awalnya sempat Rp 60 ribu, kini sudah turun menjadi Rp 45 ribu. Setiap hari naik turun tapi tidak banyak,” keluh Yatini salah seorang pedagang di PBM.
Disebutkan Yatini, penurunan harga juga dialami cabai kriting merah yang semula Rp 40 ribu sekarang anjlok tinggal Rp 28 ribu. “Namanya juga kebutuhan pokok, harga turun naik tetap banyak pembeli,” ujarnya.
Sementara itu, Santo petugas unit pengawas dan pemantau harga PBM dinas pasar Kota Madiun mengatakan, bahwa kenaikan harga tersebut di pengaruhi banyak faktor. “Diantaranya cuaca yang tidak menentu mas, belum masuk waktu panen. Jadi otomatis sedikit harga naik,” tandasnya.
Read more

Sabtu, 06 Februari 2016

Alhamdulillah Pertumbuhan Ekonomi Naik 5,04 Persen

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2015 yang mencapai 5,04 persen memberi keyakinan bagi kemajuan ekonomi bangsa
"Alhamdulillah baru tadi pagi sudah diumumkan oleh Badan Pusat Statistik kita naik ke 5,04 persen. Ini menjadikan kita optimis, ini menjadikan kita modal berani menatap ke depan karena situasi-situasi yang sangat berat tahun kemarin bisa kita hadapi," kata Jokowi dalam sambutannya pada Musyawarah Kerja Nasional PKB di Balai Sidang Jakarta, Jumat (05/2/2016) malam.

 Jokowi mengakui, kendati pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2015 melambat, namun dia optimistis ekonomi Indonesia dapat bertahan di tengah krisis yang terjadi di negara lain.

Presiden menjelaskan Indonesia baru bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga menjadi 4,74 persen dimana pada kuartal pertama dan kedua berturut-turut sebesar 4,73 persen dan 4,66 persen.

Kendati demikian, Presiden mengatakan pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih lebih baik dibanding sejumlah negara lain pada 2015 seperti Brazil dan Rusia.

Selain itu, Presiden menjelaskan pemerintah akan segera mengambil keputusan untuk turut atau tidak bergabung kepada sejumlah forum ekonomi regional seperti TPP dari AS, RCEP dari Tiongkok dan FTAEU dari Uni Eropa.

"Ini 'problem-problem' persaingan global yang sudah kita masuki di depan mata yang mau tidak mau harus kita hadapi," kata Jokowi.Presiden menjelaskan sejumlah negara di Asia Tenggara telah bergabung kepada beberapa forum ekonomi regional tersebut di antaranya Malaysia dan Singapura.

Keuntungan yang didapat, tambah Jokowi, adalah produk lokal yang masuk ke negara-negara anggota forum tersebut tidak dikenai pajak yang tinggi.

"Begitu kita tidak bergabung dengan mereka seperti TPP misalnya, barang kita yang masuk kesana 'diblok'," kata Jokowi.

Untuk negara produsen yang tidak bergabung dan ingin mengirim produk di negara-negara anggota forum itu, maka perlu membayar pajak sebesar 15-20 persen.

Untuk itu, tegas Presiden, Indonesia perlu meningkatkan fasilitas infrastruktur dan transportasi untuk membuat murah biaya logistik.

Selain itu, kualitas dan kompetensi sumber daya manusia Indonesia juga perlu ditingkatkan melalui pelatihan memasukin Masyarakat Ekonomi ASEAN untuk mendongkrak ekonomi.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lapangan usaha industri pengolahan memberikan kontribusi terbesar pada struktur perekonomian Indonesia yang sepanjang tahun 2015 tumbuh 4,79 persen.

Industri pengolahan berkontribusi menurut lapangan usaha sebesar 20,84 persen terhadap sumber pertumbuhan PDB.


Lapangan usaha lainnya yang memberikan kontribusi adalah pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 13,52 persen dan perdagangan besar eceran, reparasi mobil, sepeda motor 13,29 persen
Read more

Senin, 01 Februari 2016

Bank Indonesia : Indonesia Siap-siap Bangkrut, Utang Luar Negeri Tembus Rp4.241 Triliun



VOW Indonesia | Ekonomi – Bank Indonesia mencatat kenaikan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia sebesar USD304,6 miliar atau sebesar Rp4.241 triliun (kurs Rp13.925 per USD). ULN tumbuh 3,2 persen year on year (YoY), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Oktober 2015 sebesar 2,5 persen (YoY).

Kenaikan ULN didorong oleh peningkatan pertumbuhan utang luar negeriberjangka panjang. ULN berjangka panjang tumbuh 6,1 persen (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan Oktober 2015 yang sebesar 5,5 persen (yoy).
“ULN berjangka pendek masih mengalami penurunan 12,5 persen. Dengan pertumbuhan tersebut, posisi ULN Indonesia pada akhir November 2015 tercatat sebesar USD304,6 miliar,”seperti dilansir dari keterangan tertulis BI, Kamis (18/1/2016).

Berdasarkan jangka waktu asal, posisi ULN Indonesia didominasi oleh ULN berjangka panjang sebesar 86,6 persen dari total ULN. ULN berjangka panjang pada November 2015 mencapai USD263,9 miliar, terdiri dari ULN sektor publik sebesar USD134,8 miliar sebesar 51,1 persen dari total ULN jangka panjang, dan ULN sektor swasta sebesar USD129,1 miliar sebesar 48,9 persen dari total ULN jangka panjang.

Sedangkan ULN berjangka pendek sebesar USD 40,7 miliar sebesar 13,4 persen dari total ULN, terdiri dari ULN sektor swasta sebesar USD37,7 miliar sebesar 92,7 persen dari total ULN jangka pendek dan ULN sektor publik sebesar USD3,0 miliar sebesar 7,3 persen dari total ULN jangka pendek persen.(okezone)
Read more

Sabtu, 28 Februari 2015

DPR tuding rencana Jokowi-JK hapus raskin bikin harga beras naik

Kenaikan harga beras beberapa waktu dinilai sebagai dampak dari isu-isu kebijakan ekonomi politik yang digagas pemerintahan Jokowi-JK. Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron melihat, melambungnya harga beras disebabkan rencana pemerintah menghapus beras miskin dan diganti dengan subsidi langsung berbentuk uang elektronik atau e-Money.
"Beras merupakan komoditas yang sangat sensitif. Isu-isu itu jangan terlalu dilontarkan oleh pejabat. Salah satunya soal isu raskin (beras miskin) dihapus yang bakal diganti dengan e-money, ini berimplikasi (kenaikan harga). Karena pelaku beras akan menahan berasnya," ujar dia dalam diskusi di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (28/2).
Badan Urusan Logistik (Bulog) yang bertanggung jawab atas penyaluran beras harus mampu menjaga stok nasional dan stabilisasi harga. Itu amanat Undang-undang Pangan Nomor 18 tahun 2012.
"Dalam UU No 18 tahun 2012 itu sudah tertuang jelas. Tapi sayangnya implementasinya belum tampak," kata dia.
Sementara itu, Direktur Bahan Pokok dan Barang Strategis (Bapokstra) Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Robert J Bintaryo menuturkan, gejolak harga beras terjadi karena keterlambatan dan kurangnya pasokan beras untuk rakyat miskin (raskin).
"Beras raskin itu untuk 15,5 juta jiwa. Dan itu terlambat dibagikan pada bulan November-Desember. Sehingga jika itu tidak tersedia mereka tentu akan masuk ke pasar," kata Robert.
Read more

Jokowi mau hapus raskin, padahal sandaran hidup 1,5 juta rakyat

Berulang kali Menteri Perdagangan Rachmat Gobel dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut praktik mafia di belakang melonjaknya harga beras. Namun itu dibantah Pengamat Pertanian Khudori. "Mungkin konteksnya Pak Gobel lebih ke kartel," ujar Khudori dalam diskusi Waroeng Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (28/2).
Dalam pandangannya, kebijakan pemerintah berada di balik kenaikan harga beras. Senada dengan DPR, Khudori juga menyebut rencana pemerintahan Jokowi-JK menghapus beras miskin (raskin) dan menggantinya dengan subsidi langsung berupa e-money, sebagai akar persoalannya.
"Raskin terlambat dibagikan karena katanya mau diganti e-money. Padahal itu (raskin) jadi sandaran hidup 15,5 juta masyarakat miskin," ujar dia dalam diskusi Waroeng Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (28/2).
Strategi pemerintah menggelar operasi pasar yang dilakukan Bulog setiap kali terjadi lonjakan harga beras, dinilai tidak efektif dan tak menjangkau masyarakat miskin. Beras Operasi Pasar yang seharusnya dijual dengan harga Rp 7.400 per liter justru dijual lebih mahal.
"Operasi Pasar itu enggak efektif. Dari Desember sampai Januari, Bulog dengan menggandeng pedagang itu telah menggelontorkan 75.000 ton beras. Ternyata ditemukan beras yang harusnya dijual Rp 7.400 per liter tidak ada yang jual segitu," tegas dia.
Khudori juga melihat faktor cuaca menjadi salah satu penyebab kekurangan pasokan beras. Panen raya yang seharusnya terjadi Februari molor lantaran hujan terlambat datang.
"Musim paceklik bertambah panjang. Ini yang kurang diantisipasi. Salah satu yang paling mudah seberapa besar beras masuk ke Pasar Induk Beras Cipinang? Biasanya 3.000 ton, sekarang turunnya luar biasa," jelas dia
Read more

Jumat, 27 Februari 2015

Beras naik, gaji DPR ikut naik tapi rakyat miskin makan ubi & garam

Miris jika melihat kehidupan yang dijalani Ketut Sareng (65) dan istrinya Nyoman Runtini (55) di Lingkungan Satria, Kabupaten Jembrana, Bali. Di atas tanah milik warga, pasutri yang hanya dikaruniai seorang anak cacat mental, ini tinggal dalam gubuk berukuran 5 x 6 meter. Mereka yang kesehariannya mengumpulkan barang bekas hingga larut malam, hanya bisa pasrah menjalani hidup.


"Makan bubur sudah tahunan Pak. Uang hanya bisa beli beras, kadang ada lebih bisa beli sebutir telur dibagi bertiga," aku Ketut Sareng, sambil mengusap peluhnya usai meringkes barang rongsokan, Selasa (17/2) di Jembrana, Bali.

Selama 11 tahun mereka tinggal di gubuk ini, diakuinya belum satupun tersentuh oleh pemerintah. "Hanya petugas jurtik (juru jentik nyamuk) yang datang, tapi periksa nyamuk bukan periksa kami," sentilnya bercanda.

Mengharukan lagi, bila hujan tiba, mereka tidur seperti babi di kubangan lumpur. Bahkan tidak jarang dia dikerubungi kaki seribu dan cacing tanah, lantaran tidur di atas tanah menyatu dengan tumpukan rongsokan botol plastik bekas. Bahkan untuk MCK, kebun semak belukar sudah jadi tempatnya.

"Kami sudah tidak punya tempat tinggal lagi. Kami mau pindah, tapi harus ke mana, dan kami belum mendapat tempat. Kami memang di sini sudah diusir karena katanya tanah ini sudah laku dijual," kata Runtini dengan mata berkaca-kaca.
Read more

DALAM 1 TAHUN, HUTANG INDONESIA SAMA DENGAN 30 TAHUN SOEHARTO BERKUASA


Seperti sindiran yang disampikan iklan sebuah perusahaan rokok, itulah gambaran pemerintahan sekarang. Target pengeluran bombastis, target penerimaan pajak ambisius, target bagi proyek dengan pengusaha di sekeliling kekuasaan yang ugal-ugalan. Sementara sumber duitnya masih mimpi.

Menurut Salamuddin Daeng peneliti dari Indonesia For Global Justice (IGJ) dalam situasi ekonomi nasional yang sekarat dimana industri nasional lumpuh, menyempitnya lapangan pekerjaan, upah rendah, menyebabkan kemampuan konsusmsi masyarakat melemah. Demikian pula dengan laju konsumsi yang selama ini ditopang oleh kredit konsumsi juga merosot seiring meningkatnya suku bunga. “Keadaan ekonomi yang sekarat akan berimplikasi langsung terhadap menurunnya penerimaan pajak pemerintah,” ujar Salamuddin Daeng.

Sementara rencana pemerintah mengeruk pendapatan cukai tembakau secara besar besaran sebagai upaya menutupi kebolongan pajak, pasti akan menuai protes dari kalangan industri.

Satu-satunya cara yang dapat ditempuh oleh pemerintah adalah menumpuk utang luar negeri. Sebagai direlease kementrian keuangan Pemerintahan Joko Widodo pada tahun ini akan berutang sebesar Rp 451,8 triliun, melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN). Hanya dalam setahun Jokowi akan mengambil utang 4 kali utang selama 30 tahun Soeharto berkuasa.

Namun ini lagi-lagi mimpi, di tengah merosotnya nilai tukar rupiah terhadap USD karena menguatnya perekonomian AS terhadap seluruh mata uang dunia, memburu pendapatan negara dan devisa dari surat utang dalam jumlah sangat besar tersebut adalah ibarat "orang bagun tapi masih mimpi". Rencana rencana tersebut pastilah dipandang oleh para analis keuangan sebagai rencana yang tidak masuk akal. “Tidur lagi saja pak, selamat mimpi indah,” pungkas Salamuddin Daeng peneliti dari Indonesia For Global Justice (IGJ) (FN – 09)
Read more

KPPU: Kami Tiap Hari Pantau Harga Beras

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) meminta pemerintah untuk mengamankan ketersediaan dan harga beras di pasar hingga panen raya tiba. Hal ini sebagai bentuk respons dari melonjaknya harga komoditas beras beberapa hari terakhir.
"Tugas pemerintah mengatakan pasar sebelum panen berlangsung, pemerintah telah mengatakan bahwa pemerintah akan menyediakan 300 ribu ton beras, itu bisa jadi salah satu langkahnya," ungkap Ketua KPPU Nawir Messi kepada Okezone, Jakarta, Jumat (27/2/2015).
Dia menyebutkan bahwa komoditas beras menjadi salah satu dari lima agenda prioritas KPPU. Sehingga setiap harinya pihak KPPU mengaku terus melakukan pemantauan lapangan dari tim yang diturunkan.


Menurutnya, tim tersebut di beberapa wilayah seperti Sulawesi, Medan, Kalimantan, Batam. Nawir menjelaskan, tim tersebut selalu memberikan laporan setiap minggunya mengenai perkembangan lapangan yang bisa mempengaruhi harga beras.
"Tim kita di daerah selalu memantau, tidak hanya saat harga naik seperti ini, karena beras itu masuk dari prioritas KPPU, jadi kalau ditanya kapan tim kami kerja? Ya setiap hari," tukasnya.
Read more

Mentan Yakin Ada Mafia di Balik Mahalnya Beras


Menteri Pertanian Amran Sulaiman meyakini ada permainan dari para mafia di balik meroketnya harga beras di pasaran. Perkiraannya tersebut didasari dari hal yang tidak wajar, antara harga jual gabah di tingkat petani dan harga jual beras di pasar yang jauh berbeda.
Menurutnya, harga beras di pasaran yang mencapai Rp 12 ribu per kilogramnya (kg) sangat tidak wajar, dengan harga jual gabah di petani yang mencapai Rp 4500 per kg. "Ini diduga disebabkan pada persoalan distribusi yang diduga ada campur tangan mafia," ujarnya di Malang, Jawa Timur, Kamis (26/2/2015).
Menurut Amran, harga jual beras di pasaran sewajarnya hanya mencapai Rp7 ribu per kg. Oleh karena itu, dia berjanji akan menindaklanjuti dugaan mafia beras tersebut dengan menggandeng unsur kepolisian. Menurutnya, saat ini sudah ada dua puluh mafia pupuk bersubsidi yang berhasil ditangkap.
Sementara untuk menstabilkan harga, Kementan juga akan melakukan operasi pasar. "Saya berjanji akan menindak tegas mafia beras yang selama ini diindikasikan memainkan harga besar di pasaran." pungkasnya.

okezone
Read more