Kamis, 21 Juli 2016

Rebutan Tumpeng Hasil Bumi, Sejumlah Warga Terinjak-Injak



info mediaTerlalu antusias rebutan tumpeng hasil bumi di Alun Laun Ngawi, sejumlah warga justru terinjak-injak. Beruntung petugas keamanan sigap melakukan penyelamatan, sehingga tak ada korban jiwa. Peristiwa tersebut terjadi saat gelaran kirab pusaka dan tumpeng, dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-658.

Menunggu sejak pagi, ribuan warga langsung berebut dua tumpeng hasil bumi di pertigaan Jalan Alun Alun Ngawi Utara, atau di depan Kantor Pemkab Ngawi. Terlalu antusias , sejumlah warga terjepit dan terinjak-injak, warga lainnya yang mendorong dari belakang. Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Polres Ngawi, langsung bertindak sigap, dengan memecah kerumunan massa. Warga yang sudah tak berdaya, berhasil diselamatkan dari maut. 
  
Kegiatan rebutan gunungan hasil bumi merupakan bagian dari acara Kirab Pusaka, dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-658. Sebelumnya, dua tumpeng dan empat pusaka, diarak dari Desa Ngawi Purba menuju Pemkab Ngawi. Pusaka kuno, yang diarak Tombak Kyai Singkir dan Kyai Songgolangit, serta payung Tunggul Warono dan Tunggul Wulung.

Begitu memasuki pertigaan Jalan Alun Alun Ngawi bagian utara, dua tumpeng tersebut, juga nyaris diserbu warga, yang telah menunggu sejak pagi. Bahkan, perintah Budi Sulistyono, Bupati Ngawi tak digubris ribuan warga, sehingga tumpeng terpaksa dibawa masuk ke halaman pendopo Wedya Graha. 

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan empat pusaka kuno kepada Bupati dan Wakil Bupati Ngawi, untuk disimpan dalam pendopo Wedya Graha.

Sejumlah warga, rela menunggu sejak pagi dan ikut rebutan, karena mengharapkan berkah dari hasil bumi dan buah-buahan.    

Awalnya, Hari Jadi Ngawi ditetapkan jatuh pada tanggal 31 Agustus 1830, dengan dasar Ngawi ditetapkan sebagai Order Regentschap oleh Pemerintah Hindia Belanda. Namun karena dianggap kurang nasionalis, Hari Jadi Ngawi berubah dan ditetapkan pada tanggal 7 Juli 1358,  dengan dasar sejarah sebagai Naditirapradesa atau Pelabuhan Sungai pada zaman pemerintahan Kerajaan Majapahit
Load disqus comments
Comments
0 Comments

0 komentar