info mediaTerlalu antusias rebutan tumpeng hasil bumi di Alun Laun Ngawi, sejumlah warga justru terinjak-injak. Beruntung petugas keamanan sigap melakukan penyelamatan, sehingga tak ada korban jiwa. Peristiwa tersebut terjadi saat gelaran kirab pusaka dan tumpeng, dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-658.
Menunggu sejak pagi,
ribuan warga langsung berebut dua tumpeng hasil bumi di pertigaan Jalan
Alun Alun Ngawi Utara, atau di depan Kantor Pemkab Ngawi. Terlalu
antusias , sejumlah warga terjepit dan terinjak-injak, warga lainnya
yang mendorong dari belakang. Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol
PP) dan Polres Ngawi, langsung bertindak sigap, dengan memecah
kerumunan massa. Warga yang sudah tak berdaya, berhasil diselamatkan
dari maut.
Kegiatan rebutan gunungan hasil bumi
merupakan bagian dari acara Kirab Pusaka, dalam rangka Hari Jadi
Kabupaten Ngawi ke-658. Sebelumnya, dua tumpeng dan empat pusaka, diarak
dari Desa Ngawi Purba menuju Pemkab Ngawi. Pusaka kuno, yang diarak
Tombak Kyai Singkir dan Kyai Songgolangit, serta payung Tunggul Warono
dan Tunggul Wulung.
Begitu memasuki pertigaan
Jalan Alun Alun Ngawi bagian utara, dua tumpeng tersebut, juga nyaris
diserbu warga, yang telah menunggu sejak pagi. Bahkan, perintah Budi
Sulistyono, Bupati Ngawi tak digubris ribuan warga, sehingga tumpeng
terpaksa dibawa masuk ke halaman pendopo Wedya Graha.
Acara
kemudian dilanjutkan dengan penyerahan empat pusaka kuno kepada Bupati
dan Wakil Bupati Ngawi, untuk disimpan dalam pendopo Wedya Graha.
Sejumlah warga, rela menunggu sejak pagi dan ikut rebutan, karena mengharapkan berkah dari hasil bumi dan buah-buahan.
