Tampilkan postingan dengan label karanganyar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karanganyar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Februari 2017

Kisah Brigadir Muhaji temukan warga hilang berkat facebook


info mediaTidak dipungkiri, beberapa bulan terakhir laman media sosial dibanjiri informasi bohong, ujaran kebencian dan fitnah. Namun media sosial tetap ada manfaatnya. Setidaknya ini dirasakan anggota Polsek Tasikmadu Karanganyar, Brigadir Muhaji Lartawan.
Kegemarannya berselancar di facebook, ternyata membawa manfaat bagi Brigadir Muhaji. Secara tak sengaja, pria yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Desa Karangmojo, Kecamatan Tasikmadu ini mendapatkan informasi tentang keberadaan salah satu warga yang hilang tiga bulan lalu.
"Hari Kamis (16/2) lalu saya buka grup facebook Info Warga Karanganyar. Saya melihat postingan dari sebuah akun yang melaporkan adanya penemuan seseorang yang tersesat di wilayah Sambit, Ponorogo. Ternyata saya kenal," ujar Muhaji, Rabu (23/2) malam.
Setelah tahu orang yang ditemukan tersebut adalah warga binaannya, pun segera mengecek keberadaannya. Benar saja, perempuan yang ditemukan itu merupakan warga binaannya bernama Sakiyem (70), warga Derman, Karangmojo, Tasikmadu yang hilang 3 bulan lalu.
"Saya langsung teringat salah satu warga binaan saya di Dukuh Derman, Desa Karangmojo, yang 3 bulan lalu melaporkan kehilangan salah satu keluarganya. Bu Sakiyem hilang ketika menonton Sekaten di Solo. Sayangnya yang bersangkutan sudah lansia dan pikun," katanya.
Usai memastikan keberadaan Sakiyem, Brigadir Muhaji mendatangi warga yang dulu melaporkan kehilangan keluarganya. Dia lantas menunjukkan foto di facebook tersebut kepada Samto, salah satu keluarga Sakiyem. Ternyata benar, wajah di foto facebook tersebut adalah Sakiyem, keluarga Samto yang hilang.
"Saya kemudian menghubungi Polsek Sambit untuk berkoordinasi menjemput Sakiyem hari itu juga. Dan akhirnya keluarga itu bisa berkumpul kembali setelah 3 bulan hilang," ucapnya.
"Secara khusus, saya berterima kasih kepada grup Facebook Info Warga Karanganyar. Berkat postingan salah satu membernya, bisa membantu masyarakat. Karena ibu Sakiyem sudah lansia dan pikun. Saya imbau keluarga lebih waspada menjaganya, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi," kata Brigadir Muhaji.
Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak mengapresiasi dan bangga atas kinerja anak buahnya itu. Dia juga mengimbau agar media sosial bisa digunakan sebagaimana mestinya, serta memberikan manfaat.
"Semoga menjadi ladang pahala baginya. Penggunaan media sosial yang baik, akan sangat bermanfaat bagi masyarakat, namun begitu juga sebaliknya, jadi bijaklah dalam bermedia sosial," tutup Kapolres.
Read more

Rabu, 20 Juli 2016

Ngaku Buta Huruf, Residivis Nekat Jambret Tas Polwan



info mediaKARANGANYAR – Residivis nekat menjambret tas wanita polisi atau akrab disapa Polwan Polres Karanganyar saat hendak pulang ke rumah sekitar satu bulan lalu.
Pelaku mengaku tidak bisa membaca sehingga tidak mengetahui korbannya adalah Polwan Polres Karanganyar. Polwan itu tercatat sebagai warga Dukuh Karangmanis, RT 003/RW 005, Desa Banjarharjo, Kebakkramat, Ririn Rachmawati, 20.
“Enggak tahu kalau Polwan. Saya enggak bisa membaca,” tutur warga Bendorejo, RT 003/RW 002, Kalijirak, Tasikmadu, Paimin, 52.
Paiman menyampaikan hal itu saat menjawab pertanyaan Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak. Ade bertanya alasan menjambret tas jinjing milik polwan. Padahal, di dalam tas itu terdapat kartu tanda anggota (KTA) Polri yang dikeluarkan Polres Karanganyar. Jawaban Paiman sontak membuat wartawan dan sejumlah anggota Polres Karanganyar tertawa.
Paiman melancarkan aksi bersama Anggit Tri Harjatno, 37, warga Dukuh Dagen, RT 004/RW 007, Desa Suruh, Tasikmadu pada Kamis (30/6/2016) sekitar pukul 19.45 WIB. Dia melihat Ririn keluar dari swalayan. Kedua pelaku mengikuti korban sampai Balaidesa Suruh. Kedua pelaku memperpendek jarak dari 10 meter menjadi 5 meter. Mereka menunggu kondisi jalan lebih sepi.
“Sampai TKP, pelaku menempel korban dari kanan. Paiman yang membonceng bertugas menarik tas. Mereka melarikan diri ke utara. Korban berupaya mengejar, tetapi gagal. Akhirnya korban melapor ke polsek,” tutur Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, didampingi Kasat Reskrim Polres Karanganyar, AKP Rohmat Ashari, dan Kasubbag Humas Polres Karanganyar, AKP Rochmad, saat menggelar jumpa pers di Mapolres Karanganyar, Selasa (19/7/2015).
Mereka menjambret tas jinjing berisi dompet berisi Rp450.000 dan dua handphone. Kedua pelaku menghilang ke jalan masuk makam di Dukuh Jati, Desa Kalijirak, Tasikmadu untuk membagi hasil penjambretan. Paimin mendapat handphone Coolpad warna putih dan uang Rp200.000 sedangkan Anggit mendapat handphone Smartfren dan uang Rp200.000.
“Pelaku ditangkap Kamis (14/7/2016). Mereka ditangkap di rumah masing-masing. Mereka mengaku ide penjambretan itu berasal dari Paiman. Dia residivis untuk kasus yang sama sekitar tahun 1995. Total kerugian Rp3.750.000,” ujar Ade.
Sementara itu Anggit dan Paiman mengaku menjambret untuk memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran. “Kami tetangga. Paiman yang punya ide. Kagem bakdan [Lebaran],” tutur Anggit.
Polres Karanganyar menjerat Anggit dan Paiman menggunakan pasal 363 ayat (1) KUHP. Ancaman pidana paling lama tujuh tahun.
“Polres mengamankan sejumlah barang bukti. Seperti hasil penjambretan dan satu unit sepeda motor Honda Beat plat nomor AD 6856 AAF. Sepeda motor diamankan dari rumah Anggit,” tutur Kapolres.
Read more

Minggu, 19 Juni 2016

Luapan Bengawan Solo Buat Warga Karanganyar Diungsikan



info mediaSebanyak 72 kepala keluarga yang terdiri dari 175 jiwa di Daleman Kelurahan Ngringo Kecamatan Jateng Kabupaten Karanganyar, Jateng, terpaksa diungsikan karena rumah mereka terendam air akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo.

Korban banjir tersebut itu tinggal di RT 1 dan 2 sebanyak 30 KK, RT 3 sebanyak tiga KK RT 6 ada enam KK dan RT 7 sebanyak 33 KK, di Desa Daleman, Kelurahan Ngringo, Kecamatan Jateng, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Salah seorang petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karanganyar Parno, Ahad (19/6), mengatakan, untuk warga yang tinggal di RT 7 yang terdiri dari 33 KK semua diungsikan karena rumahnya terendam air dengan kedalaman antara dua sampai tiga meter. Mereka itu diungsikan di tempat saudaranya dan sebagian ada yang mendirikan tenda-tenda di jalan masuk kampung tersebut yang tidak kebanjiran.

Dikatakan banjir kali ini memang cukup besar dibanding 2012. "Tahun 2012 di daerah ini juga kebanjiran akibat meluapnya air Sungai Bengawan Solo, tetapi tidak besar seperti sekarang," kata Kuswanto salah seorang korban banjir tersebut.

Menyinggung mengenai bantuan yang diberikan dari Pemerintah Kabupaten Karanganyar, warga yang terkena korban banjir mengatakan ada sebagian yang diberikan pinjaman tenda-tenda untuk mengungsi bagi warga yang tidak mempunyai sanar saudara. "Tadi malam juga diberikan nasi bungkus kepada warga untuk makan saur, untuk selebihnya itu sampai sekarang belum ada lagi," kata mereka.

Banjir kali ini tidak saja merendam rumah-rumah penduduk tetapi juga merendam ratusan ekor ternak babi milik warga yang sampai sekarang belum bisa diselamatkan atau diewakuasi. Kedalaman air yang melanda di rumah penduduk itu antara dua sampai tiga meter dan karena datangnya mendadak sehingga warga juga tidak bisa menyelamatkan barang-barang miliknya yang ada dirumah.

Air Sungai Bengawan Solo itu mulai besar sekitar pukul 22.30 WIB Sabtu (18/6) dan setelah itu terus naik, tetapi Ahad (19/6) dini hari mulai berkurang meskipun baru sedikit. "Air banjir Sungai bengawan Solo sekarang memang mulai surut, tetapi di daerah hulu sungai seperti di Wonogiri masih tampak diselimuti awan yang tebal dan apabila turun hujan lagi bukannya tidak mungkin banjir bisa tambah besar lagi
Read more

Minggu, 29 Mei 2016

Miris,. Gadis 12 Tahun di Karanganyar Sudah Jadi PSK



info mediaKARANGANYAR - Seorang gadis berusia 12 tahun terpaksa mendekam di Panti Rehabilitasi Wanita Utama Surakarta dalam beberapa waktu ke depan, karena nekat menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK).

Ketua Komisi Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Karanganyar Hadiasri Widyasari mengatakan, gadis itu tinggal di salah satu desa, di Karanganyar Kota, tersebut ditangkap aparat saat menjajakan diri.

"Kemudian dia dimasukkan ke panti untuk mendapatkan rehabilitasi dan dibina agar kembali ke jalan yang lurus," katanya, kepada wartawan, Kamis (26/5/2016).

Dia mengatakan, gadis itu menjadi PSK karena permasalahan keluarga. Ibundanya yang juga bukan wanita baik-baik kabur bersama pria lain. Sedangkan yang bersangkutan terjerumus ke pergaulan anak-anak jalanan.

"Setelah bergabung dengan anak-anak jalanan, dia lantas dijual kepada pria hidung belang untuk melayani nafsu dengan imbalan yang tidak seberapa," terangnya.

Setelah itu, lambat laun gadis ini sering menjajakan diri di wilayah Karanganyar dan Kota Solo. Uang yang didapatkan itu kemudian dipakai untuk berpesta dengan anak jalanan lain yang sering berkumpul dengannya.

“Dia bisa seperti itu karena salah pergaulan, padahal usianya masih di bawah umur, beruntung dia terjaring razia petugas,” terangnya.

Dia menambahkan, gadis tersebut masih bisa diperbaiki dan kembali diajak ke jalan yang lurus. Maka itu, pihaknya meminta kepada pengelola panti untuk memperlakukan gadis tersebut secara istimewa dan beda dari penghuni panti lain.

Diharapkan, setelah keluar dari panti, yang bersangkutan tidak kembali lagi ke lembah hitam dan bisa menata masa depan dengan lebih baik.

“Dia itu dua bersaudara, kakaknya saat ini lulus SMP. Rencananya, kakaknya juga akan kami lakukan pendampingan dan disekolahkan di lokasi lain agar tidak terbawa arus dan ikut mejadi PSK,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Karanganyar Ika Kramanjaya menyebutkan, faktor keluarga menjadi sebab utama kenalakan anak dan remaja.
Read more

Sabtu, 07 Mei 2016

Liburan Panjang, Ribuan Pendaki Naik ke Puncak Lawu

info medi

aLiburan panjang sejak Kamis hingga Minggu, dimanfaatkan para pecinta alam dan pendaki gunung,untuk berwisata mendaki ke puncak Lawu. Pendaki diprediksi sudah mencapai ribuan orang.

“Hingga Kamis sore sekitar pukul 17.00, yang mendaki sudah lebih dari 300 orang. Kalau sampai Sabtu mendatang, perkiraan kami bisa lebih dari 2.000. Mereka ingin merayakan liburan  di puncak Lawu,” kata Sibe, anggota Anak Gunung Lawu (AGL) yang ikut pemantauan di Cemorokandang.

Dia mengatakan, jumlah itu baru yang naik dari satu titik. Masih ada titik pendakian lain di Cemorosewu yang masuk wilayah Plaosan, Magetan, kemudian yang dari Candi Kethek yang masuk wilayah Jenawi.
Biasanya, ketika liburan panjang pendaki memang banyak yang naik ke puncak Lawu, menikmati liburan sambil menikmati panorama alam dari atas gunung. Suasanya sangat mendukung, karena saat ini cuaca juga sangat bagus, tidak turun hujan karena sudah memasuki kemarau.

Dia mengatakan, kepada seluruh pendaki, diminta membawa peralatan yang lengkap, termasuk sleeping bag untuk tidur karena cuaca di puncak Lawu sangat dingin. Bahkan bisa mencapai titik terendah nol derajat Celcius. Di sekitar Tawangmangu saja suhunya sangat dingin jika malam hari.

“Karena itu setiap kali melapor, kami langsung memonitor dan menanyakan soal kelengkapan ini. Jika belum membawa kelengkapan yang cukup, kami sarankan agar pulang dulu mengambil kelengkapan mendaki. Terutama para pendaki pemula yang baru sekali dua kali naik,’’ kata dia.

Selain soal kelengkapan karena cuaca yang sangat dingin, pendaki juga diminta agar tidak merokok, segera mematikan api unggun kalau sudah selesai. Pastikan bahwa api unggun yang dibuat benar-benar sudah mati, tidak ada bara lagi.

“Kalau perlu tidak perlu membuat api unggun, akan lebih baik. Sebab kalau ada bara sedikit saja, karena saat ini sudah mulai kering, api akan dengan sangat cepat menimbulkan kebakaran di puncak. Kalau pas banyak pendaki seperti ini, sangat berisiko
Read more

Libur Panjang Membuat Jalur Tawangmangu-Karanganyar Padat Hingga Jalan Tembus

info media

 KARANGANYAR — Anggota Satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Karanganyar mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di sekitar objek wisata. Sejumlah lokasi yang dimaksud adalah Tawangmangu dan Ngargoyoso.
Pantauan Solopos.com, kepadatan arus lalu lintas sempat terjadi di jalan raya Karanganyar-Tawangmangu pada Kamis (5/5/2016). Kepadatan terutama terjadi di jalan menuju objek wisata Grojogan Sewu, Taman Balekambang, hingga pertigaan jalur tembus ke arah Magetan.
Sejumlah warga menghabiskan waktu dengan berlibur ke objek wisata di Karanganyar atau sekadar duduk di warung di pertigaan jalur tembus. Rata-rata pengunjung mengendarai sepeda motor maupun mobil dari luar kota. Seperti pelat nomor B, K, DA, R, AG, G, L, W, N, dan lain-lain.
Sejumlah warga juga memarkir mobil di bahu jalan di jalur tembus. Mereka menggelar tikar sembari menyantap makanan sekadar untuk menikmati udara dingin di pegunungan. Salah satu warga Jakarta, Wibowo, 20, mengatakan sekadar ingin menikmati udara sejuk pegunungan.
“Naik mobil bareng teman-teman. Jalan-jalan menikmati udara dingin pegunungan,” tutur dia.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Suryo Wibowo, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Mahedi Surindra, menyampaikan Polres mengerahkan anggota dan kendaraan patroli pada Kamis-Minggu (5-8/5/2016). Selain itu, anggota memperbanyak patroli di jalur Solo-Sragen, Palur-Tawangmangu, dan Colomadu-Gondangrejo.
“Kami juga menempatkan pos dari tenda di Benowo [Palur], Taman Pancasila [Karanganyar kota], dan Tawangmangu,” tutur Suryo saat dihubungi Solopos.com, Kamis.
Dia memprediksi kepadatan arus lalu lintas ada di jalur wisata. Kepadatan arus lalu lintas mulai Jumat hingga Minggu. “Termasuk di dalam kota juga. Kami antisipasi pada jam makan malam.”
Read more