ilustrasi |
PONOROGO-Komisi D DPRD Kabupaten Ponorogo menemukan dugaan masih beroperasinya sebagian penghuni lokalisasi Kedung Banteng yang berada di Kecamatan Sukorejo.
Hal itu diungkapkan ketua Komisi D DPRD Ponorogo saat menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke lokalisasi Kedung Banteng, Jum’at(18/03/2016).
“Indikasi masih adanya para penghuni lokalisasi masih beroperasi yaitu ditemukanya alat pengaman (kondom) yang baru digunakan serta obat obatan penambah stamina,”ucap ketua komisi D DPRD Ponorogo Ubahil Islam.
Turut dalam sidak tersebut yaitu ketua komisi D Ubahil Islam, bersama tiga anggota DPRD yang lain yaitu Sugianto, Budi Purnomo, Tri Vivi Endrowati, dua orang dari Dinsos Lina dan Budiono dengan didampingi Muspika Kecamatan Sukorejo, Kades dan perangkat desa Kedungbanteng.
Ubahil menambahkan, pihaknya menduga masih beroperasinya lokalisasi Kedung Banteng, yang berada di pojok Kecamatan Sukorejo, ada keterlibatan oknum yang bermain didalamnya, sehingga para penghuni lokalisasi bisa leluasa membuka praktik prostitusi.
Terkait temuan tersebut pihak DPRD, secepatnya akan memanggil Dinas Sosial serta Satpol PP untuk menanyakan pengawasan terhadap lokalisasi yang seharusnya sudah tidak diperbolehkan beroperasi.
Selain itu Komisi D DPRD Ponorogo, Dinas Sosial dan intansi terkait menghimbau dan memberi peringatan kepada penghuni eks lokalisasi Kedung Banteng dan membuat kesepakatan yang diantaranya yaitu : Bagi penghuni yang ber KTP dengan alamat Desa Kedung Banteng diberikan batas waktu sampai dengan tanggal 31 Maret 2016 mereka harus sudah keluar dari area eks lokalisasi dan tempat harus benar-benar dalam keadaan kosong, terhitung mulai tanggal 1 April 2016, akan dimulai pelaksanaan penggempuran pagar yang berada ditepi sekeliling area eks lokalisasi.
Sedangkan untuk proses penggempuran rumah bekas hunian di eks lokalisasi masih menunggu hasil hearing yang dilakukan oleh Komisi D DPRD Ponorogo bersama dengan Pemda Ponorogo yang rencana akan dilaksanakan pada Senin (21/03/2016) mendatang.
sumber : kanal-ponorogo