Tampilkan postingan dengan label pacitan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pacitan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Februari 2017

Beri Aba-aba Mundur Pria Ini Malah Tewas Tergencet Bak Dump Truck

info media

Bermaksud memberi aba-aba mundur pada sopir, Satrio Broto Argo Sewaton (24), warga Dusun Gamping, Desa Ngreco, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan justru tewas tergencet bak dump truk di Kelurahan Baleharjo, Kota Pacitan, Jumat ( 10/2/2017).
"Kernet truk pasir, Satrio Broto Argo Sewaton tewas setelah tubuhnya tergencet dump truck yang dikemudikan Supriyono di Kelurahan Baleharjo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jumat (10/2/2017)," kata Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Pacitan, Iptu Sugeng Rusli, Jumat.
Sugeng menuturkan, peristiwa itu bermula saat truk roda enam berpelat nomor AE 8915 UY yang dikemudikan Supriyono dengan kernet Satrio mengangkut pasir bangunan untuk dikirim itu di rumah milik Jono, Kelurahan Baleharjo, Kecamatan Pacitan.
Sesampainya di rumah Jono, Satrio yang menjadi kernet langsung keluar dari truk untuk mengarahkan dan memberikan aba-aba kepada sopir truk.
"Rupanya saat Satrio memberi aba-aba, terjadi miskomunikasi antara Supriyono dan Satrio. Akibatnya, kepala Satrio tergencet dump truck dan membentur tembok," kata Sugeng.
Kepala Satrio yang terbentur tembok, kata Sugeng, mengalami luka parah hingga membuat korban meninggal dunia langsung di lokasi kejadian.
Polisi langsung mengamankan tempat kejadian dan membawa jenazah korban ke rumah sakit terdekat untuk divisum. Polisi juga memeriksa saksi dan pengemudi truk.
Read more

Selasa, 07 Februari 2017

Rp120.000/kg Harga Cabai Rawit di Madiun Kalahkan Daging Sapi





info mediaMADIUN – Harga cabai rawit merah di Madiun Jawa Timur terus meroket hingga mencapai Rp120.000 per kilogram. Angka tersebut melebihi harga daging sapi kualitas super Rp110.000 per kilogram.
“Harga cabai rawit merah masih terus naik. Sejak beberapa hari ini sudah mencapai Rp120.000 per kilogram. Melebihi harga daging sapi kualitas super Rp110.000 per kilogram,” ujar Suprapti, pedagang cabai dan kebutuhan pokok di Pasar Sambirejo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Senin (6/2/2017).
Dia menambahkan harga cabai rawit terus naik karena pasokan komoditas tersebut yang minim di pasaran akibat banyaknya lahan pertanian cabai yang gagal panen selama cuaca ekstrem ini. “Harganya terus naik hingga membuat para pedagang kesulitan untuk kulakan karena begitu tingginya,” kata dia.
Suprapti menambahkan pedagang tidak berani kulak banyak karena takut cabai tidak laku dan membusuk. “Pedagang juga mengurangi kulakan karena daya beli masyarakat yang menurun akibat mahalnya harga cabai tersebut,” kata dia.
Sementara, harga cabai merah besar dan keritig terpantau jauh lebih murah dibandingkan cabai rawit. Di pasar setempat, cabai merah besar hanya Rp40.000 per kilogram, sedangkan cabai keriting Rp48.500 per kilogram.
Di Pasar Besar Kota Madiun, harga cabai rawit merah juga mencapai Rp120.000 per kilogram. “Sejak sepekan terakhir harganya berkisar Rp118.000 hingga R120.000 per kilogram. Kondisi ini semakin menyulitkan kami untuk menjualnya,” kata pedagang cabai di Pasar Besar Kota Madiun, Sulastri.
Ia mengaku sejak harga cabai rawit mencapai Rp80.000 per kilogram dan terus naik hingga Rp100.000 lebih, penjualannya justru merosot. Saat harga belum tinggi, ia biasa menjual hingga 30 kilogram per hari.
“Biasanya yang beli pelanggan yang punya usaha berjualan nasi pecel. Sekali beli bisa lima kilo hingga tujuh kilo untuk membuat sambal pecel. Sekarang belinya paling banyak hanya tiga kilogram saja,” kata dia.
Saat ini, rata-rata penjualan cabai hanya10 kilogram saja per hari. Ia juga terpaksa mengurangi kulakannya karena takut tidak laku dan membusuk.
Sementara, harga cabai merah besar di Pasar Besar Madiun terpantau di kisaran Rp45.000 hinggan Rp48.500 per kilogram, cabai keriting Rp55.000 hingga Rp57.000 per kilogram.
Sedangkan harga kebutuhan pokok lainnya justru terpantau stabil. Harga beras medium Rp8.500 per kilogram, gula pasir Rp12.500 per kilogram, daging sapi Rp100.000 per kilogram, daging ayam potong Rp29.000 per kilogram.
Telur ayam ras Rp17.500 per kilogram, bawang merah Rp30.000 per kilogram, bawang putih Rp34.000 per kilogram, kubis Rp8.000 per kilogram, kentang Rp12.500 per kilogram, wotel Rp8.500 per kilogram, buncis Rp10.000 per kilogram, dan tomat Rp5.000 per kilogram.
Read more

Kamis, 04 Agustus 2016

2 Nelayan Pacitan Selamat Setelah Tergulung Ganasnya Ombak Laut Selatan



info mediaPACITAN — Dua nelayan yang sedang mencari ikan di laut digulung ombak di kawasan Pantai Tamperan Pacitan, Rabu (3/8/2016). Dua nelayan tersebut selamat dan berhasil menyelematkan diri dari ganasnya ombak laut selatan.
Saat ini kondisi cuaca di Pacitan sedang buruk, hujan yang disertai angin mengguyur wilayah Pacitan sejak Selasa malam hingga Rabu sore. Kondisi cuaca yang buruk membuat gelombang di laut selatan pun tinggi hingga mencapai empat meter.
Saksi mata, Dana, mengatakan keadian tersebut berawal dari dua nelayan yang bernama Subur dan Ujang itu akan melaut menggunakan perahu dari Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tamperan. Saat baru sampai di 30 meter dari bibir pantai, perahu kedua nelayan tersebut diterjang ombak tinggi dan angin kencang. Akibatnya perahu yang ditumpangi dua nelayan itu terbalik dan kedua orang itu tercebur ke laut.
“Saat diterjang gelombang tinggi itu, dua nelayan langsung tercebur ke laut,” kata dia kepada wartawan.
Dana mengatakan dengan kondisi tersebut satu nelayan berenang menuju ke tepian sedangkan satu nelayan lagi mengapung menggunakan Styrofoam. Hingga akhirnya penjaga pantai menolong kedua nelayan tersebut dan selamat.
Kasatpolair Polres Pacitan, Bripka Indro Wibowo, mengatakan di PPP Tamperan memang ada kecelakaan laut yang melibatkan dua nelayan. Saat ini dua nelayan itu telah selamat dan dibawa pulang.
Dia mengimbau kepada seluruh nelayan untuk tidak beraktifitas di laut terlebih dahulu. Hal ini karena cuaca di wilayah Pacitan sedang tidak bagus, sehingga berbahaya untuk digunakan melaut.
Read more

Minggu, 31 Juli 2016

Dua Ayah di Pacitan Ini Tega Cabuli Anak Kandungnya



info mediaPACITAN–Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Kabupaten Pacitan. Ironisnya kejahatan seksual tersebut justru dilakukan oleh orang terdekat anak, yaitu ayahnya sendiri.
Baru-baru ini Polres Pacitan menerima dua laporan mengenai kasus kejahatan seksual yang menimpa anak di bawah umur pada bulan Juli 2016. Dua kasus pencabulan itu berada di wilayah Kecamatan Tulakan dan Kecamatan Ngadirojo.
Pencabulan anak yang terjadi di Tulakan yaitu menimpa WR, 17, warga Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan, Pacitan. WR dipaksa melayani nafsu birahi ayah kandungnya sendiri, Amat, 39 sejak Juli 2014.
Dalam pengakuan Amat kepada polisi, pelaku mengaku khilaf setelah melihat tubuh putri kandungnya itu. Karena tidak tahan, Amat pun mencabuli dan menyetubuhi korban. Untuk melancarkan aksinya itu, Amat mengancam tidak akan memenuhi kebutuhan sehari-hari korban dan akan membunuh korban.
Atas ancaman itu, korban merasa tak kuasa diri dan pasrah terhadap perlakuan ayah kandungnya itu. “Jadi, pelaku ini merupakan ayah kandung korban. Dan saat melakukan hubungan badan, pelaku selalu mengancam korban. Pelaku sudah berulang kali melakukan hubungan badan dengan korban, karena dilakukan sejak 2014,” kata Kasat Reskrim Polres Pacitan, AKP Sukinto Herman kepada wartawan, Kamis (28/7/2016).
Sukinto menyampaikan kasus pencabulan anak di bawah umur juga menimpa SS, 17, warga Desa Cokrokembang, Kecamatan Ngadirojo. SS menjadi korban pencabulan dengan pelaku ayah tirinya, Bibit, 33. Korban disetubuhi pelaku sejak Agustus 2014 atau saat korban masih berusia 16 tahun. Kepada polisi, korban mengaku telah berulang kali disetubuhi pelaku. Korban mengaku terpaksa melayani nafsu bejat ayah tirinya itu karena selalu mendapat ancaman.
Kelakuan bejat ayah tirinya itu diketahui saat korban pingsan di sekolah dan mendapat perawatan. Saat dirawat, diketahui korban tengah hamil enam bulan. Setelah itu, korban baru berani mengaku telah disetubuhi ayah tirinya.
Sukinto menyampaikan saat ini kedua pelaku sudah ditahan di Mapolres Pacitan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “Dua kasus persetubuhan di bawah umur itu terjadi sejak 2014,” ujar dia.
Dia menyampaikan atas perbuatannya itu kedua pelaku dijerat dengan Pasal 81 UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 65 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.
Lebih lanjut, Sukinto mengimbau kepada masyarakat supaya selalu memantau dan mengawasi pergaulan anak-anak mereka agar tidak terjerumus dan menjadi korban pergaulan bebas. Data dari Unit PPA Polres Pacitan, kasus persetubuhan anak di bawah umur di Pacitan cukup tinggi
Read more

Kamis, 28 Juli 2016

Anak SMA Di Pacitan Jadi Budak Seks Ayah Tiri Hingga Hamil 6 Bulan

info media

NGADIROJO – Kasus kekerasan seksual dengan korban anak di bawah umur terus bermunculan. Sayangnya, kasus pencabulan yang satu ini baru terungkap setelah korban yang masih duduk di bangku SMA sudah dalam kondisi hamil enam bulan. Dan pelakunya tak lain adalah ayah tiri yang tinggal serumah dengan korban dan ibu kandungnya.
Masa depan Mekar (bukan nama sebenarnya, Red) ternoda saat Bibit, 33, tahun ayah tirinya tiba-tiba mendatangi kamarnya pada suatu malam saat gadis itu masih duduk di bangku kelas VIII SMP sekitar tahun 2014 lalu. Malam itu, saat lelap tertidur, Mekar dibangunkan oleh Bibit. Tanpa panjang lebar, gadis malang itu disetubuhi paksa tanpa kuasa melawan. ‘’Saat kejadian itu terjadi ibu sedang tidak ada dirumah. Jadi, hanya saya dan ayah tiri yang ada di rumah,
Ternyata tindakan bejat itu tidak hanya dilakukan sekali itu saja. Setiap kali ada kesempatan, Bibit mencoba memaksa Mekar melayani nafsu bejatnya. Ancaman selalu dilontarkan saat pelaku ingin melampiaskan hasratnya. Dan, Mekar mengaku tak bisa mengelak. Kalaupun melawan, dia selalu kalah tenaga dan akhirnya tak berdaya. ‘’Sekitar enam kali (dicabuli pelaku, Red),’’ aku Mekar lirih.
Kejadian pencabulan terakhir kali menimpa Mekar sepekan sebelum Lebaran lalu. Mendapat kekerasan seksual selama dua tahun membuat jiwa Mekar terguncang. Dia tidak berani melapor kepada ibu kandungnya karena takut kaget dan jatuh sakit. Karena ibu kandungnya memiliki riwayat penyakit darah tinggi. ‘’Kalau melapor saya diancam tidak dibelikan motor. Kalau sekolah suruh jalan kaki,’’ tuturnya polos.  
Mekar berusaha menutupi aib itu rapat-rapat. Hingga kemudian, gadis itu mendadak pingsan saat mengikuti kegiatan sekolah pada Rabu (20/7) lalu. Mekar yang tak sadarkan diri kemudian ditolong gurunya dan dibawa ke ruang UKS. Dari situlah selanjutnya korban menceritakan apa yang dialaminya kepada guru dan ibunya. Setelah dirundingkan, ibu Mekar melapor ke Polsek Ngadirojo.
Ibu kandung korban, Yaminah mengaku terpukul setelah mendengar pengakuan anaknya. Sumpah serapah langsung meluncur deras dari mulutnya. Dia mengharapkan pelaku dihukum berat karena dinilai telah merusak masa depan anaknya. ‘’Saya minta dihukum berat. Karena yang dilakukan terhadap anak saya sungguh bejat dan tidak berperikemanusiaan,’’ ucapnya emosional.
Sementara itu, Kapolsek Ngadirojo AKP Kusnan mengungkapkan, pelaku saat ini sudah ditahan di Mapolres Pacitan. Meskipun menerima laporan, kasus tersebut dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Pacitan karena melibatkan anak di bawah umur. ‘’Untuk proses sidik lanjut, kami limpahkan ke UPPA,’’ terangnya
Read more

Senin, 18 Juli 2016

Korban Tenggelam Di Pantai Klayar Ditemukan 2 Km dari Pantai



info mediaTidak lebih dari 2x 24 jam, korban kecelakaan laut di Pantai Klayar Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan, Lilik (32) ditemukan dengan keadaan tak bernyawa. Korban ditemukan sekitar 2 kilometer dari Pantai Klayar, tepatnya di pantai Watukarung Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan.

"Jadi ditemukan di timurnya lokasi tenggelam korban," kata kepala BPBD Pacitan,
Mujianto mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari nelayan di Pantai Watukarung sekitar pukul 17.30 wib bahwa menemukan mayat. Cirinya pun sama dengan korban.

Dia menerangkan saat itu tim langsung bergeser ke Pantai Watukarung. "Setelah diindentifikasi, dicocokkan KTP-nya pun sama dengan korban," katanya.

Namun Mujianto tidak bisa memastikan korban murni tenggelam atau bagaimana. "Yang jelas untuk hasil visum ke rumah sakit atau pihak kepolisian," katanya.

Sementara Kapolsek Donorojo, IPTU Sukisman sampai berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi.

Diberitakan sebelumnya, gelombang tinggi yang menyerang laut Selatan di Indonesia memakan korban di pantai Klayar Pacitan. Satu wisatawan asal Sragen Jawa Tengah (Jateng) tenggelam di pantai Klayar Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan, Sabtu (16/7/2016) sore
Read more