Tampilkan postingan dengan label jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jakarta. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Februari 2017

Amankan Transaksi Online, Kominfo Ingin Pakai Sertifikat Digital


info media
Jakarta -  Saat ditemui di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dirjen Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan mengklarifikasi, seseorang boleh memiliki lebih dari satu akun media sosial, tapi akun-akun tersebut sebaiknya memiliki data yang sama.

Semuel menyebutkan, pemerintah sedang berusaha untuk merapikan data agar tidak ada multiplikasi. Dia mengatakan, pelaku OTT seperti Facebook dan Twitter pun berusaha untuk memastikan agar penggunanya memberikan data yang benar. Karena, bagi mereka, akun dengan data palsu tidak memiliki nilai. Pada tahun 2006, pengguna internet di Indonesia hanya mencapai 42 juta. Tahun lalu, jumlah tersebut meningkat lebih dari 3 kali lipat menjadi 132 juta orang.

Pesatnya pertumbuhan pengguna internet di Indonesia membuat pemerintah merasa perlu untuk menciptakan metode bertransaksi dan berkomunikasi yang aman serta cara melakukan autentikasi identitas seseorang. 

Untuk itulah, pemerintah membuat sistem Public Key Infrastructure (PKI). Tujuan dari PKI adalah untuk memfasilitasi transfer elektronik yang aman, seperti saat seseorang melakukan transaksi e-commerce, internet banking atau mengirim email yang bersifat rahasia. Ia diperlukan ketika password dianggap tidak cukup untuk mengautentikasi identitas seseorangSalah satu hasil dari PKI adalah Certificate Authority (CA), yaitu badan yang mengeluarkan sertifikat digital. Semuel menjelaskan, tidak semua orang wajib untuk memiliki sertifikat digital, tapi, ia memiliki manfaat yang banyak.

"Sertifikat digital itu opsional, tidak semua warga harus punya," ujar Semuel. "Tapi kalau dapat ini, keuntungannya ada di kamu. Kalau punya ini, kamu akan lebih aman."

Untuk mendapatkan sertifikat digital ini, seseorang harus mendaftarkan diri pada CA. Pendaftaran dilakukan secara tatap muka untuk memastikan keaslian identitas. Salah satu badan yang telah menjadi CA adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK).Tahun lalu, pemerintah telah melakukan uji coba penggunaan 12 ribu sertifikat digital. Tahun ini, Semuel mengaku, mereka berencana untuk memperluas penggunaa sertifikat. Sementara untuk penggunaan publik, dia memperkirakan, sertifikat digital ini baru akan digunakan oleh masyarakat luas tahun depan. 
Read more

Jumat, 17 Februari 2017

BIADAB...!!! Video Pendukung Ahok Membuat Keributan Di sebuah TPS Dan Ancam Akan Potong TNI



info media Beredar video di Youtube pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS) wilayah Jakarta Membuat Keributan dan mengancam tentara.

Tentara Aja Gua Potong Disini Apalagi Lo!!” terlihat pendukung Ahok mengucapkan ancaman terhadap tentara.
info media 

“Tu anak siapa itu anak kecil tadi eh.. tentara gua potong di sini, apalagi elu ye” ancam pria berbaju kotak-kotak. 

Bagaikan sebuah provokasi nyata orang itu blak blak an mengucapkan "Tentara saja gua potong apa lagi lo"
Sebagian Besar masyarakat menilai orang itu adalah Orang PKI, Karena ucapanya Ini sangat Identik dengan PKI yang sangat membenci TNI.
Video Orang berbaju kotak - kotak Tersebut mendapat ribuan kecaman dari masyarakat bahkan ada juga yang menantang balik sambil mengiris2 leher dan tubuhnya dengan memakai golok karena sangking jengkelnya terhadap omongan ahoker tersebut. banyak juga anggota TNI yang menantang balik karena merasa di hina Dan ditantang.info media 
Banyak kalangan mengungkapkan kemarahanya lewat video atau media sosial lainya dan menyerukan agar orang tersebut di proses hukum karena telah menghina dan menyepelekan TNI.

Salah satu koment di medsos yang menuntut agar orang itu di tangkap Dan di adili atas ucapanya

"Se enaknya mau potong TNI emang dia itu siapa, kalau nanti dia di proses hukum dan Ternyata bebas seperti ahok Berarti Negara ini memang sudah di ujung kehancuran dan peperangan"


Read more

Kamis, 16 Februari 2017

Harapan Pedagang Para Pasar untuk Pemenang Pilkada DKI Jakarta



info mediaAsosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) meminta pemimpin baru di daerah usai penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), termasuk Jakarta dapat menstabilkan harga pangan. Perekonomian di Ibukota harus kembali menggeliat sehingga dapat meningkatkan daya beli masyarakat.
"Siapapun pemimpinnya, terutama di Jakarta harus bisa menstabilkan harga pangan. Lihat saja harga gonjang ganjing kayak begini sampai cabai harganya Rp 150 ribu per Kilogram (Kg)," ucap Wakil Ketua Umum DPP APPSI, Ngadiran saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Rabu (15/2/2017).

Dia pun meminta kepada Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru nantinya dapat meningkatkan daya beli masyarakat. Caranya melalui penyerapan anggaran dan tenaga kerja yang optimal. Dengan demikian, sambungnya, dana berputar sehingga ekonomi daerah menggeliat.
"Ekonomi Jakarta sekarang carut marut. Makanya harus ada kebijakan baru untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Kalau harga pangan stabil, daya beli naik, nasib pedagang otomatis juga meningkat karena orang pada belanja ke pasar. Kalau banyak pengangguran, siapa yang belanja," terang Ngadiran.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansuri berharap pemimpin Jakarta harus mampu menjadikan pasar tradisional dan pedagangnya sebagai aset yang harus dilindungi dan dipertahankan. "Pemimpin baru di Jakarta dan daerah lain perlu melibatkan pedagang dalam stabilitas harga pangan," pintanya.  
Harapan lain, kata Mansuri, Gubernur maupun Wakil Gubernur perlu melibatkan peran serta pedagang dalam pengelolaan dan keberlangsungan pasar tradisional, menata tanpa mengusir dan membangun tanpa menggusur. "Memperkuat permodalan pedagang dan menghindari pedagang dari rentenir, serta melakukan gerakan bersama ayo belanja ke pasar tradisional," ucap dia
Read more

Rabu, 15 Februari 2017

Agus-Sylvi & Anies-Sandi Tidak Dapat Suara di TPS Ini


info mediaPasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat menang telak di sejumlah TPS.
Diantaranya yang terjadi di TPS 32 Kelurahan Cililitan, Kecamatan, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Di TPS ini ada 452 Suara, 449 dianataranya hanya untuk Pasangan Calon Nomor Urut 2 Ahok-Djarot. Sementara pasangan calon nomor 1 Agus-Sylvi dan Paslon 3 Anies-Sandi tidak mendapatkan suara.
Hal serupa juga terjadi di TPS 15, Kelurhana Kembangan Selatan, Kembangan, Jakarta Barat. TPS ini diketuai Thomas Hanudjaja. Di TPS ini Pasangan Ahok-Djarot Mendapatkan 461 Suara dari 463 yang ada. Sisanya dua suara untuk Anies-Sandi.
Read more

Minggu, 12 Februari 2017

Yusril Serukan Umat Islam Wapada Terkait Kemunculan Simbol Komunis


info mediaKetua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, mengingatkan umat Islam agar waspada atas munculnya simbol palu arit di berbagai tempat. Pasalnya, kata dia, munculnya simbol komunis itu tampak seperti sengaja, sistematis, dan makin hari makin meluas.

"Saya menyerukan kepada warga, simpatisan dan pendukung Partai Bulan Bintang khususnya dan umat Islam umumnya agar  berhati-hati dan waspada," tutur Yusril dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, belum lama ini.


Simbol palu arit yang merupakan lambang komunis dan Partai Komunis Indonesia (PKI), belum lama ini secara tiba-tiba muncul di Madura, dekat pondok pesantren yang besar dan berpengaruh, Pesantren Banyu Anyar dan Darut Tauhid.
Di daerah-daerah lain, kata Yusril, simbol komunis itu sering pula dimunculkan dan menimbulkan keresahan di masyarakat. 


Yusril mengatakan, munculnya simbol komunis itu bisa benar-benar dilakukan oleh anak cucu dan simpatisan PKI zaman dahulu. Namun, kata dia, bisa pula aksi pancingan agar ada keresahan dan kemudian reaksi  dari umat Islam.
"Dalam sejarah politik di negeri kita, warga Bulan Bintang atau keluarga Masyumi adalah sasaran utama PKI untuk dihabisi," tuturnya.


Pembunuhan dan pembantaian terhadap keluarga Masyumi, kata dia, mulai terjadi sejak Peristiwa Madiun pada 1948. Pembunuhan terus berlanjut secara sporadis sampai Masyumi dibubarkan pada 1960, yang salah satu penyebabnya adalah sikap anti-komunis dan anti-nasakom yang dipaksakan untuk diterima di zaman itu.
Bangsa Indonesia, lanjut dia, sedang diuji dan diobok-obok dimulai dengan keresahan dan menumbuhkan rasa curiga satu sama lain. Kecurigaan ini nilainya, lama kelamaan bisa memancing bentrokan. 
"Inilah yang dinamakan konflik sosial yang mendorong terjadinya perang saudara. Kalau bangsa ini terpecah belah, dengan mudah negara ini jatuh pada kekuatan-kekuatan asing," ujarnya.
Sejalan dengan amanat ketetapan MPRS tahun 1966 yang hingga kini masih berlaku, kata Yusril, pemerintah seharusnya bersikap tegas menindak penyebar simbol-simbol komunisme yang meresahkan masyarakat.
Arahan seperti itu, kata Yusril, seharusnya datang dari Presiden dan dilaksanakan secara konsisten oleh aparat penegak hukum di seluruh Tanah Air.
"Jangan keadaan seperti ini dibiarkan berkembang dalam masyarakat kita," pungkas Yusril.

Read more

Aa Gym Contohkan Islam Toleran saat Massa FPI Kawal Pengantin Nasrani




info mediaJAKARTA - Sejumlah massa Front Pembela Islam (FPI) memberikan pengawalan serta memayungi sepasang pengantin beragama Nasrani yang akan melangsungkan pernikahan di Gereja Kathedral kemarin. Hal tersebut menjadikan contoh toleransi antar umat beragama.

Pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa G‎ym pun sempat menyinggung kejadian tersebut. 
Menurutnya, itu merupakan contoh bahwa umat islam menjunjung tinggi toleransi."Saya senang kemarin mendengar berita ‎ketika aksi itu ada yang memayungi pengantin Nasrani, 
itu Islam Rahmatan Lil Alamin," ujar Aa Gym saat memberikan ceramah keagamaan di Mesjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (12/2/2017).
Oleh karenanya, kata Aa Gym, pemimpin seharusnya dapat mencontoh kebaikan kepada umatnya. Dalam hal ini, dia mengatakan, wajar apabila umat Islam menginginkan pemimpin yang seiman.
"Jadi kalau Islam punya pemimpin muslim, soleh, beruntung, karena Islam Rahmatan Lil Alamin," jelasnya.
Seperti diketahui, hari ini umat Islam menggelar khataman Alquran di Masjid Istiglal, Jakarta Pusat.
Read more

Sabtu, 11 Februari 2017

Massa 112 Mulai Penuhi Istiqlal


info mediaJakarta - Massa peserta aksi 112 mulai berdatangan memenuhi masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (11/2/2017) pagi. Sebagian diantaranya membawa spanduk bertuliskan `Haram Pilih Pemimpin Kafir`.
Banyak massa yang berjalan kaki melewati bundaran patung kuda di Jalan Medan Merdeka Barat. Derap langkah mereka diiringi teriakan takbir `Allahuakbar`. Massa bukan hanya datang dari wilayah DKI Jakarta, namun juga dari daerah-daerah lain di Indonesia.
"Saya dari Ponorogo, Jawa Timur dan Alhamdulillah bisa datang ke sini. Allahuakbar....," ujar seorang peserta aksi yang mengaku sudah sampai di Jakarta sejak Jumat (10/2/2017) pagi.
"Kami ke sini mau berdoa, dzikir, dan menolak pemimpin kafir sebagaimana perintah dalam surat Al-Aaidah,
Read more

Sabtu, 04 Februari 2017

Sujiwo Tejo: Ahok, 'Wassalam'

info media

JAKARTA -- Seniman Sujiwo Tejo mengatakan, sejatinya tinggal dua pasangan calon di Pilgub DKI Jakarta. Sebab, dia menilai Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah tidak layak menjadi calon gubernur. 

"Bila salah satu sudah patut diduga arogan, maka sejatinya dalam Pilkada DKI ini kalian tinggal punya dua pasangan calon," kata Sujiwo Tejo ketika dikonfirmasi Republika.co.id, Jumat (3/2).

Menurut Sujiwo Tejo, Ahok patut diduga memiliki perangai yang arogan. Dia pun menjelaskan, kenapa arogan itu tidak baik. Arogan tidak sama dengan urakan. Jika arogan adalah melanggar etika karena mentang-mentang, urakan adalah melanggar karena sebuah etika sudah tidak cocok dengan nurani. 

"Melanggar etika lantaran mentang-mentang itulah arogan," katanya.

Sujiwo Tejo pun menjelaskan kata yang merujuk pada kata 'mentang-mentang' yang dia maksud, yaitu adigang, adigung, dan adiguna. Adigang adalah mentang-mentang banyak beking dari kekuasaan, adigung adalah mentang-mentang darah-ras-suku unggul, dan adiguna adalah mentang-mentang dibackup intelektual. 

"Watuk (batuk) ada obatnya, watak susah obatnya. Sudah minta maaf, ngulangi lagi. Akan looping terus. Ya sudah maafkan saja, tapi "wassalam"." 
Read more