Tampilkan postingan dengan label New. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label New. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Februari 2017

PM Cina Peringatkan Indonesia,Jika Tragedi 98 Terulang, Cina Akan Kirim Pasukan Ke Indonesia

info media


Respon Keras datang dari Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang,Soal suasana politik yang sedang memanas di Indonesia yang mengusik kenyamanan warga keturunan tionghua yang ada di Indonesia.

Kabar soal aksi damai 4 November yang berakhir dengan aksi rusuh dan penuh dengan nada ancaman yang mengarah pada etnis Tiong Hua terdengar sampai kenegri China.PM Li Keqiang pun mengadakan konfrensi pers siang lalu bersama pejabat negara lainnya di Kantor Perdana Menteri China,Taipei,yang diliput stasiun televisi international.

Jelas sekali dalam konfrensi pers itu,Perdana Menteri negara tirai bambu tersebut,menyampaikan perihatinnya akan kondisi yang sedang terjadi di Indonesia.PM li juga menyayangkan etnis tiong hua kembali menjadi incaran adu domba oleh beberapa politikus Indonesia demi mengambil kekuasaan secara tidak sehat.

PM Li berharap pemerintah Indonesia bisa mengambil keputusan tegas dan bijak dengan apa yang terjadi saat ini.PM li sangat tidak menginginkan peristiwa kelam ditahun 1998 yang menjadikan etnis TIong Hua sebagai korban terulang lagi di Indonesia.Karena menurutnya kejadian itu harusnya tidak boleh terjadi lagi dinegara yang sudah memiliki banyak kemajuan dan perkembangan sedemikian rupa.

"Tentunya saya sudah mendengar kabar dari negara tetangga kita,Indonesia yang sedang mengalami gejolak politik yang bercampur dengan urusan agama dan etnis"Ujar PM Li dalam konfrensi persnya

"Kami sebagai negara sesama Asia turut perihatin melihat ini,Saya berharap yang terbaik untuk Bapak Presiden Jokowidodo dapat segera menenangkan suasana dan menyelesaikan masalah ini dengan bijak dan mencegah aksi-aksi yang dapat memecah bela negaranya"

"Namun tidak lepas saya adakan konfrensi pers ini,Saya ingin menegaskan bahwa Pemerintahan kami tidak mau dan tidak mengkhendaki,Jikalau sampai kejadian yang paling kelam terjadi pada tahun 1998 di Indonesia terulang kembali.Dijaman itu telah banyak warga keturunan kami disana diperlakukan secara kejam dan dibunuh."Sambungnya

"Jika memang Pemerintah gagal melindungi warga keturunan kami disana,dan terulang lagi sejarah kelam itu.Maaf jika kami pemerintah Tiongkok pun akan mencoba menaikkan banding kami ke Badan Persatuan Bangsa-Bangsa untuk mengirimkan pasukan pengamanan kami ke Indonesia,Demi memindahkan keturunan kami disana"

"Serta hubungan dari segi bisnis,perdagangan,bilateral,dan yang lainnya benar-benar akan kami putus dengan Indonesia.Mohon maaf sebelumnya tapi kami juga mempunyai hak untuk melindungi warga keturunan kami dimanapun mereka berada,Jika terjadi penindasan secara sosial dan nyawanya terancam.Tapi tetap dibalik itu semua kami tidak akan mendahului Pemerintahan RI"Tegasnya

"Maka itu saya berharap Presiden dan para Menteri di Indonesia dapat menyelesaikan masalah yang terjadi dengan sebaik-baiknya tanpa memakan korban dari pihak manapun.Karena sesungguhnya yang sedang terjadi saya tahu betul adalah tindakan politisi Indonesia yang sedang bergejolak dengan menggunakan,mengambing hitamkan etnis tiong hua sebagai sasaran"Tutupnya

Hal tersebut merupakan penggalan isi dari konfrensi pers yang di selenggarakan oleh PM Li,Sisa perbincangan dari konfrensi pers itu hanya membahas tentang pertukaran warga negara di Asia yang memang sudah direncanakan oleh seluruh anggota Asean.

Read more

Minggu, 12 Februari 2017

Panen Raya 2017, Bulog Serap Gabah Petani di Ngawi dan Madiun


info media
MADIUN - Memasuki masa panen raya 2017,  Bulog Sub Divre IV Madiun, Jawa Timur membeli gabah kering dari para petani di wilayah Madiun dan Ngawi.
Bulog membeli gabah kering panen seharga Rp 3.700 per kilogram (kg). "Kami sudah mulai melakukan penyerapan atau pembelian gabah dari petani di wilayah Ngawi dan Madiun melalui tim Satker ADA DN 2017 dan mitra kerja. Gabah yang dibeli dengan harga Rp 3.700 harus sesuai spesifikasi dengan kadar air maksimum 25 persen dan hampa kotoran maksimum 10 persen," kata Kepala Sub Divre Bulog Wilayah IV Madiun, Antok Hendriyanto, Jumat (10/2/2017).Antok mengatakan penyerapan atau pembelian gabah dari petani sudah dilakukan sejak seminggu yang lalu. "Tadi kami menyerap gabah kering panen milik petani di Kecamatan Kewadungan dan Kecamatan Pangkur dengan total yang dibeli 40 ton. Untuk pekan lalu, gabah kering panen yang dibeli mencapai 250 ton," kata Antok.Antok mengatakan Tim Satker Pengadaan ADA DN dan mitra kerja akan membeli gabah dari petani, selama gabah yang dijual memenuhi kualifikasi dan kualitas yang dipersyaratkan.Selain itu tim pengadaan akan membeli gabah kering panen milik petani sesuai ketentuan harga yang ditetapkan pemerintah.  "Kalau gabah kering panen yang dijual petani sesuai dengan spesifikasi maka akan dibeli Rp 3.700. Sementara bila kadar air diatas 25 persen dan kotorannya di atas 10 persen maka akan tetap dibeli harganya variatif mulai dari Rp  3.500 per kilogram," kata Antok.Dalam penyerapan itu, tim Satker Pengadaan Dalam Negeri 2017 bermitra dengan Gapoktan, KTNA, KUD di wilayah Sub Divre IV Madiun. "Kami sudah mensosialisasikan pengadaan gabah ke mitra kerja Bulog dan Gapoktan di wilayah Perum Bulog Subdrive Madiun," tandas Antok.
Read more

Sabtu, 11 Februari 2017

Kedapatan Bawa Sabu - sabu Sopir Asal Madiun Terancam Dipenjara


info mediaMAGETAN – Setiawan Adi alias Ganong, 34, warga Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, ditangkap polisi di Magetan karena diduga menggunakan narkoba jenis sabu-sabu.
Kepala Sub Bagian Humas Polres Magetan AKP Suyatni di Magetan, Jumat (10/2/2017), mengatakan tersangka bekerja sebagai sopir penyewaan mobil pribadi.
“Tersangka sudah lama menjadi target operasi polisi. Ia ditangkap petugas Satuan Resnarkoba Polres Magetan di sekitaran SPBU dekat Taman Ria Jalan Maospati-Magetan,” ujar Suyatni kepada wartawan.
Saat ditangkap, petugas mendapati barang bukti berupa satu plastik klip yang didalamnya berupa kristal sabu-sabu seberat 0,53 gram. Narkoba tersebut disembunyikan di dalam bungkus rokok milik Setiawan.
Tersangka tak dapat mengelak saat polisi menemukan barang bukti tersebut.
Kepada polisi, Setiawan Adi mengaku baru enam bulan terakhir mengonsumsi sabu-sabu. Rencananya, narkoba tersebut digunakan sendiri.
Tersangka mengaku membeli barang haram tersebut dari seorang kurir dengan harga Rp300.000 per paket hemat. Namun ia belum mengaku siapa kurir yang melayaninya.
“Tersangka mengaku mengonsumsi sabu-sabu untuk menambah stamina tubuhnya yang cepat lelah saat mengemudi dan lebih giat dalam bekerja,” kata Suyatni.
Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat pasal 112 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 12 tahun.
Read more

Geregetan, Warga Magetan Tanami Jalan Rusak dengan Pohon Pisang



MAGETAN - Jalan kabupaten sepanjang dua kilometer di Desa Tanjungsepreh, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan yang sering mencelakakan pengendara kendaraan ditanami pohon pisang oleh warga.
"Sudah tidak bisa dihitung lagi pengendara kendaraan khususnya kendaraan bermotor celaka masuk di lubang jalan itu. Kesepakatan warga, lubang itu ditutup pohon pisang,'kata Suroso Ketua RT13/RW4, Desa Tanjungsepreh, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan kepada SURYA.co.id, Sabtu (11/2-2017).
Penanaman itu, lanjut Suroso, selain memberi isyarat bagi pengguna jalan yang melewati jalur jalan kabupaten di Desa Tanjungsepreh itu juga untuk menarik perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) agar secepatnya bisa diperbaiki, supaya tidak ada jatuh korban lagi.
"Masih untung, meski ada beberapa menderita luka parah, tapi belum ada yang sampai meninggal akibat lubang jalan itu. Mudah-mudahan Pemkab Magetan segera memperbaiki daripada terlanjur membawa korban nyawa,"ujarnya.
Dikatakan Ketua RT ini, lubang jalan yang ditanami pisang tidak hanya satu tapi ada tiga lubang, dengan diameter yang relatif lebar dan dalam.
"Lubang jalan ini sudah lama. Warga berusaha menambalnya dengan kerikil dicampur tanah liat dari bahan genteng, kebetulan di sini sentra industri genteng. Tapi karena hujan turun terus, tambalan dari tanah liat hancur lagi dan lubang tambah dalam,"jelasnya.
Menurut Suroso, jalur jalan kabupaten di Desa Tanjungsepreh ini rusak karena setiap hari dilewati ratusan kendaraan dump truk yang melebihi tonase hingga 20 ton lebih.
"Jalan kabupaten yang hancur bukan hanya yang melintas di jalur jalan sini, tapi juga di Temboro tetangga desa sampai Desa Jungke, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan. Di Temboro bukan hanya rusak, tapi jalannya sudah hancur,"katanya.
Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Ir Mochtar yang dikonfirmasi mengatakan, dalam kesepakatan dengan warga setempat tidak boleh dilalui muatan tambang yang pastinya melebihi tonase muatan dan kelas jalan.
"Tapi faktanya, setiap hari dump truk tambang bermuatan melebihi batas tonase. Sehingga kelas jalannya tidak sesuai dan itu penyebab cepatnya jalan di Tanjungsepreh rusak. Warga mestinya menuntut pemilik tambang, karena DPU tidak punya kewenangan untuk melarang, itu hak warga sebagai pemilik dan pengguna jalan," katanya.
Untuk jalan Temboro, kata Mochtar, saat ini baru proses penggalian bahu jalan dan baru dilakukan pengurukan oleh penambang.
Sehingga untuk perbaikan badan jalan belum memungkinkan, karena untuk perbaikan badan jalan belum tersedia anggaran.
Read more

Massa 112 Mulai Penuhi Istiqlal


info mediaJakarta - Massa peserta aksi 112 mulai berdatangan memenuhi masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (11/2/2017) pagi. Sebagian diantaranya membawa spanduk bertuliskan `Haram Pilih Pemimpin Kafir`.
Banyak massa yang berjalan kaki melewati bundaran patung kuda di Jalan Medan Merdeka Barat. Derap langkah mereka diiringi teriakan takbir `Allahuakbar`. Massa bukan hanya datang dari wilayah DKI Jakarta, namun juga dari daerah-daerah lain di Indonesia.
"Saya dari Ponorogo, Jawa Timur dan Alhamdulillah bisa datang ke sini. Allahuakbar....," ujar seorang peserta aksi yang mengaku sudah sampai di Jakarta sejak Jumat (10/2/2017) pagi.
"Kami ke sini mau berdoa, dzikir, dan menolak pemimpin kafir sebagaimana perintah dalam surat Al-Aaidah,
Read more

Jalur Denpasar-Singaraja Lumpuh Akibat Longsor


info mediaSINGARAJA -- Jalur Denpasar - Singaraja melalui Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, lumpuh total akibat tanah longsor yang terjadi di beberapa titik di wilayah tersebut.

"Longsor terjadi di tujuh titik dan satu titik sangat parah di mana longsor menutupi sekitar 100 meter jalan nasional," kata Made Arya, salah satu warga yang membantu membuka akses jalan di Desa Gitgit, Sabtu.

Ia mengatakan, saat ini warga bersama sejumlah petugas dari TNI masih berusaha optimal membersihkan sisa longsor dengan alat seadanya.

Ia menambahkan, saat ini warga masih menunggu alat berat dari Kabupaten Tabanan untuk memudahkan proses pembersihan material bebatuan dan tanah sisa longsoran.

Arya menceritakan, longsor terjadi sekitar pukul 01.00-03.00 Wita akibat hujan deras sejak sore pada (10/2) hingga dini hari.

"Untung saja sejak pukul 01.00 Wita jalan sudah ditutup di bagian puncak di daerah Pancasari sehingga tidak ada kendaraan yang turun. Jika tidak seperti itu bisa saja longsor akan memakan korban karena intensitasnya sangat besar," terangnya.

Sementara itu, Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng kini mengupayakan alat berat untuk membuka akses jalan.

"BPBD sedang dalam perjalanan karena juga terjadi bencana di beberapa daerah di Buleleng," kata salah satu petugas di lapangan.
Read more

Bupati Trenggalek Desak Percepat Penanganan Longsor Jalan Nasional


info mediaTrenggalek - Pemkab Trenggalek mendesak pemerintah pusat segera mengambil langkah terkait tanah longsor yang terus menerus terjadi di ruas jalan nasional Trenggalek-Ponorogo.

"Hari ini tadi kami menemui langsung Pak Ahmad Gani Ghazali, selaku Direktur Pembangunan, Ditjen Binamarga, Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) di Jakarta," kata Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak, Jumat (10/2/2017).

Dalam kesempatan itu, Emil memaparkan sejumlah usulan pengananan tebing longsor yang sering terjadi di KM 16 dan 17 jalur Trenggalek-Ponorogo. Pihaknya juga menyampaikan hasil kajian yang dilakukan Pemkab Trenggalek bersama para ahli dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia, Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Universitas Gadjah Mada, PVMBG serta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa
Timur.

"Kami paparkan lengkap, mulai dari hasil identifikasi penyebab longsor, termasuk tata guna lahan di atas tebing serta perlunya penguatan bawah jalan. Kami punya usul dua opsi," ujarnya.

Usulan pertama adalah penguatan tebing dan tetap mempertahankan posisi ruas jalan pada posisi semula. Sedangkan opsi kedua adalah dengan menggeser badan jalan ke arah selatan, tepat di titik paling rawan di KM 17.

Hal tersebut penting dilakukan agar memiliki cukup ruang untuk memasang "bore pile" dan menyusun penguatan tebing dengan kemiringan yang relatif lebih landai.

"Usulan saya tersebut berdasarkan hasil diskusi dengan para pakar di bidangnya. Nantinya untuk pemerintah kabupaten akan fokus menangani kondisi tata guna lahan di atas tebing, di Desa Gading," imbuh Emil.

Pihaknya mengaku, pemerintah pusat merespon baik atas masukan yang diberikan Pemkab Trenggalek. Bahkan saat ini Ditjen Bina Marga telah membentuk tim khusus untuk mematangkan rencana stabilisasi lereng di titik paling rawan longsor di ruas Trenggalek-Ponorogo.

"Untuk penanganan kelihatannya mengerucut pada upaya stabilisasi lereng atau tebing yang ada di kawasan rawan longsor," katanya kepada detikcom melalui pesan elektronik.

Sebelumnya, jalur utama Trenggalek-Ponorogo berulang kali mengalami tanah longsor. Tebing dengan ketinggian lebih dari 50 meter ambrol dan menutup ruas jalan nasional, dengan material longsor berupa tanah dan bebatuan.

Ruas jalan Trenggalek-Ponorogo merupakan akses penting bagi perekonomian di wilayah pesisir selatan Jawa Timur bagian barat. Mengingat jalan tersebut bukan hanya penghubung antar kabupaten, namun juga penghubung antara Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Read more