Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Juli 2016

Asal Bapak Tahu Rasulullah saja Tidak Pakai Helm!!



info mediaSuatu ketika, seorang polisi menghentikan seorang bapak pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm dimana bapak itu hanya mengenakan peci berwarna putih sebagai penggantinya. Tanpa pikir panjang, polisi meminta SIM dan STNK si bapak yang langsung ditolak dengan keras si bapak.


Polisi : (Mengeluarkan buku tilang) Maaf, boleh saya melihat SIM dan STNK anda?

Bapak : Sebutkan apa kesalahan saya.

Polisi : Anda tidak mengenakan helm.

Bapak : Saya tidak akan mengenakan helm, itu bukan sesuatu yang wajar di agama saya.

Polisi : (Sedikit bingung) Maksud anda?

Bapak : Rasulullah saja tidak pakai helm. Jadi jangan minta saya mengenakan sesuatu yang tidak dikenakan oleh beliau.

Polisi : (Menutup bukunya dan tersenyum ramah) Begitu ya pak?! Tapi setahu saya juga, Rasulullah juga tidak mengendarai sepeda motor. Dan pertanyaan saya pun sederhana, andai zaman itu sudah ada motor, apakah Anda yakin Rasulullah tidak akan memakai hlm??

Bapak : (Tersentak dan terdiam seketika)

Polisi : Anda dengan mudahnya mengharamkan yang anda benci, tapi menghalalkan yang Anda sukai seolah-olah Andalah penentunya. Alhamdulillah saya juga punya ilmu agama yang baik, dan saya percaya bahwa Rasulullah lebih menyukai umatnya yang melindungi kesehatannya dan keluarganya.

Bapak : Apa maksud bapak? Apakah hanya karena helm berarti saya tak melindungi keluarga saya?

Polisi : Benar. Bahwa jika terjadi hal buruk yang mencelakai kepala anda akibat benturan, apakah keluarga anda tidak akan menerima akibatnya? Bagaimana perasaan takut dan tertekan yang akan mereka rasakan? Siapa yang nanti akan menafkahi mereka?

Bapak : Allah yang akan menafkahi mereka.

Polisi : Lewat siapa? Bukankah rezeki yang diberikan Allah seringkali lewat orang lain? Dan bukankah rezeki yang mereka terima itu lewat anda? Jika anda cacat, maka aliran rezeki akan lewat orang lain, bisa jadi ‘ayah tiri anak-anak anda’. Dan apakah anda ikhlas dengan itu?

Bapak : (Sekali lagi terdiam sambil mengeluarkan SIM dan STNK)

Polisi : Ini pesan saya buat anda pak, melindungi diri Anda sama halnya dengan melindungi keluarga Anda. Mungkin ini hanya sebuah helm, tapi bayangkan perasaan nyaman yang dirasakan istri anda saat melihat kepala suaminya terlindungi. Dan jika anda mencintai keluarga anda, maka anda pasti mengurangi resiko yang membahayakan anda. Hari ini saya tak menilang anda, anggaplah nasehat barusan sebagai surat tilang saya untuk Anda
Read more

Minggu, 08 Mei 2016

kisah nyata yang menyentuh hati : Papa, Kembalikan tangan Ita….! Ita janji tidak nakal lagi

info media
Untuk para orang tua yang anaknya kreatif, jangan lagi dipukul ya.. Tolong baca kisah nyata yang menyentuh hati ini, cerita tentang seorang anak kecil bernama Ita yang memohon pada papanya untuk kembalikan tangannya.
Sebagai orang tua kita patut menghalangi perbuatan pasangan untuk memukul sang buah hati.Khususnya pada anak-anak yang masih kecil dan tak tahu apa-apa.



Mengajar dan memberikan pembelajaran dengan cara memukul bukanlah cara terbaik.
Papa, Kembalikan Tangan Ita
Inilah kisah nyata itu:

Sepasang suami isteri seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak untuk diasuh pembantu rumah ketika mereka bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan berusia tiga setengah tahun. Sendirian di rumah, dia sering dibiarkan pembantunya yang sibuk bekerja.
Dia bermain diluar rumah. Dia bermain ayunan, berayun-ayun di atas ayunan yang dibeli papanya, ataupun memetik bunga matahari, bunga kertas dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dia pun mencoret semen tempat mobil ayahnya diparkirkan tetapi karena lantainya terbuat dari marmer, coretan tidak kelihatan. Dicobanya pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu berwarna putih, coretannya tampak jelas. Apa lagi kanak-kanak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu bapak dan ibunya mengendarai motor ke tempat kerja karena jalan macet. Setelah sang anak mencoret penuh sisi yang sebelah kanan dia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ayam dan gambarnya sendiri dan sebagainya untuk mengikuti imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari si pembantu rumah.

Pulang petang itu, terkejutlah ayah ibunya melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan angsuran. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, ‘Kerjaan siapa ini?’ Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya.

Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘Tak tahu… !’ ‘Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?’ hardik si isteri lagi. Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata ‘Ita yg membuat itu papa…. cantik kan!’ katanya sambil memeluk papanya ingin bermanja seperti biasa. Si ayah yang hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon bunga raya di depannya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya.

Si anak yang tak mengerti apa-apa terlolong-lolong kesakitan sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan
hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa? Si bapak cukup keras memukul-mukul tangan kanan dan kemudian tangan kiri anaknya.

Setelah si bapak masuk ke rumah dituruti si ibu, pembantu rumah menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar. Dilihatnya telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiram air sambil dia ikut menangis. Anak kecil itu juga terjerit-jerit menahan kepedihan saat luka-lukanya itu terkena air. Si pembantu rumah kemudian menidurkan anak kecil itu. Si bapak sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah.
 
Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu. ‘Oleskan obat saja!’ jawab tuannya, bapak si anak. Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si bapak konon mau mengajar anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu tetapi setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. ‘Ita demam…’ jawab pembantunya ringkas.
‘Kasih minum obat penurun panas ,’ jawab si ibu.

Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Ita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. Memasuki hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Ita terlalu panas. ‘Sore nanti kita bawa ke klinik’ kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan ia dirujuk ke rumah sakit karena keadaannya serius. Setelah seminggu di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu.

‘Tidak ada pilihan..’ katanya yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu diamputasi karena gangren yang terjadi sudah terlalu parah.
‘Tangannya sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya kedua tangannya perlu dipotong dari siku ke bawah’ kata dokter.

Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yang dapat dikatakan. Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si bapak terketar-ketar menandatangani surat persetujuan pembedahan.

Keluar dari bilik pembedahan, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga heran melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata.

‘Papa.. Mama… Ita tidak akan melakukannya lagi. Ita tak mau dipukul papa. Ita tak mau jahat. Ita sayang papa.. sayang mama.’ katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya.

‘Ita juga sayang Kak Narti..’ katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuatkan gadis itu meraung histeris.

‘Papa.. kembalikan tangan Ita. Untuk apa diambil.. Ita janji nggak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Ita mau makan nanti? Bagaimana Ita mau bermain nanti? Ita janji tdk akan mencoret-coret mobil lagi,’ katanya berulang-ulang.

Serasa copot jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi, tiada manusia dapat menahannya.

Pelajaran yang sangat berharga buat para orang tua, anak nakal itu biasa, kalau anak kecil terluka, berilah perhatian sendiri pada anak dan jangan bergantung pada pembantu. karena mereka sejatinya hanya membantu. Tugas utama mendidik anak ada di tangan anda!!!
Read more

Sabtu, 09 April 2016

Seorang Anak Terjebak dalam peti mati ayahnya, Sang Anak Lihat Siksa Kubur Ayah


Seorang anak selalu bersama dengan ayahnya ke mana pun pergi. Dia sepertinya sangat mencintai ayahnya itu.
Ketika ayahnya, yang seorang penjahat, meninggal dunia akibat ditembak mati, anak tersebut sangat sedih dan merasa kehilangan yang begitu dalam.
Merasa kesepian, anak itu memutuskan untuk menemani ayahnya yang sudah dibungkus kain kafan dan terbujur kaku di dalam peti mati.
Sayangnya, anak itu malah terjebak di dalam peti mati dan ikut terkubur hidup-hidup bersama ayahnya.
Satu-satunya yang memberinya cahaya dalam kegelapan peti mati yang menyeramkan itu adalah korek api yang sebelumnya dia pakai untuk menyalakan lilin.
Korek api yang mati-menyala itu memperlihatkan sebuah kejadian yang sangat menakutkan di dalam peti (alam kubur).
Ayahnya yang sejak tadi diam terbujur kaku, mulai dibangkitkan kembali dan mendapat siksa dari sosok makhluk yang tidak kelihatan.
Itulah sebagian cuplikan cerita dari film pendek karya sutradara terbaik Indonesia, Joko Anwar, berjudul Grave Torture.

Read more

Senin, 04 April 2016

Baca cerita ini Cerita yang akan mengocok perut anda " DIALOK LUCU BAHASA JAWA "



Dialog Lucu Wong Koplak Boso Jowo – Dialog lucu pakai teks bahasa Jawa kasar khas Suroboyoan (Jawa Timuran). Temanya tentang wong koplak mau melamar kerja ketemu boss kenthir. Kebayang kan, gimana gokilnya orang gila ketemu bocah gemblung. Klop deh...
Setting dialog lucu koplak ini di sebuah gedung perkantoran di pagi hari sebelum jam kantor buka. Cuk,Seorang pemuda datang bawa surat lamaran. Di loby kantor duduk pria setengah baya berpakaian necis layaknya boss...
Sinambi ngunjuk wedang kopi, dhahar telo goreng kaliyan nyedot rokok klobot... sumonggo maos lelucone tiyang Jawi lucu koplak punika. Mugi saget dados tombo ati ingkang nembe sumpek sak wangsule nyambut gawe. Mung, nuwun sewu sak derenge. Dialog niki ngagem boso Jowo kasar Suroboyoan utawi Jawa Timuran. Sugeng midangetaken, Monggo....
Dialog Koplak... action!!

Cuk: Kulonuwun....
Cak: Sopo?
Cuk: Kulo...
Cak: Kulo sopo?
Cuk: Kulonuwun...
Cak: Maksute jenenge sampean iku sopo?
Cuk: Kulo Cuk...
Cak: We lhadalah... bocah iki kenthir tenan. Ditakoni jenenge kok malah misuh!
Cuk: Sinten sing misuh? Jenenge kulo niku pancen Cuk... Cukijan bin Cukirman
Cak: Oalah... tak kiro misuh. Ono perlu opo?
Cuk: Bade nglamar
Cak: Nglamar aku?
Cuk: Nggih mboten to, pak... Lha lah nopo kulo nglamar sampean niku?
Cak: Sopo ngerti kon wis sempel kate nglamar podo lanange
Cuk: Wah... panjenengan niki jian pinter nek ngenyek. Elek elek ngaten niki kulo sek normal, pak...
Cak: Wahaha... kon iki elek kok bangga
Cuk: Masio elek tapi kulo niki kathah rondo sing madosi lho pak...
Cak: Walah!! Modelmu... rondo tukang nagih utang to?
Cuk: Bapak niku ngertos mawon hahaha...
Cak: Wis, ojo cengengesan. Kon mrene iku arep nglamar sopo?
Cuk: Nglamar gawean, pak...
Cak: Kon salah alamat. Nok kene ora ono arek wedok sing jenenge Gawean. Anane Mbah Gowang, umure wis 70 tahun. Gelem ngrabi tah?
Cuk: Maksud kulo nglamar kerjaan, pak... Mboten nglamar embah embah...
Cak: Oo... gak ngomong kaet mau
Cuk: Lha kulo sampun matur sampean malah ngajak guyon
Cak: Mending diajak guyon to timbang diajak carok?
Cuk: Panjenengan saget mawon... Pripun pak?
Cak: Pripun yo’ opo maksudmu?
Cuk: Wonten lowongan mboten?
Cak: Awakmu iki sakjane golek lowongan opo kerjaan?
Cuk: Kan sami mawon ta, Pak?
Cak: Bedo... nek kerjaan iku nggone wong kerja. Nek lowongan iku panggonan sing lowong. Contone sumur, lawang... Termasuk lambemu barang iku jenenge lowongan
Cuk: Sak karepe sampean mpun... sing waras ngalah
Cak: Yo mesti sing waras kudu ngalah... nek wong loro kongkon ngalah, dipan rumah sakit kae kebek wong waras. Sing loro malah turu nok ngisor
Cuk: Nggih mpun kulo nurut. Sak niki wonten kerjaan mboten?
Cak: Akeh. Nok njero kantor kae panggonane wong kerjo thok. Sak karepmu milih kerjo sing endi? Sing bagian nduwuran opo sing ngisoran?
Cuk: Nek sing nduwuran niku bagian nopo, pak?
Cak: Bagian nyekeli penangkal petir. Dadi awakmu nangkring nok nduwur kono pas wayah udan. Nek ono bledek, ndang sauten trus kesakono
Cuk: Weh... lak modar aku!!
Cak: Lha jarene njaluk kerjo bagian nduwur...
Cuk: Mboten siyos nek ngoten. Dereng sempet gajian kok wis matek disik
Cak: Opo kerja sing bagian ngisor wae?
Cuk: Bagian nopo niku? Nduduk lemah damel ngubur sampean ngoten tah?
Cak: Wahaha... Kon iku sembarangan ae. Bojoku isek ayu kinyis kinyis mosok arep tak tinggal matek, Cuk!!
Cuk: Mboten usah kuatir, pak... Nek sampean mati kulo siap nampani randane kok
Cak: Ancene bocah jancuk! Ngomong karo wong tuwek sak penake dewe ae. Durung pernah dibalang watu wong buntung yo?
Cuk: Guyon pak... Ampun nesu ngaten tah, nggarahi irunge tambah mekar mawon hahaha
Cak: Irung mekar ndasmu sempal...!! prasamu aku iki dagelan Cak Baseman ngono tah? Wis ojo cengengesan. Pingin kerjo po ra?
Cuk: Nggih pingin, Pak. Lha kerjo ngisoran niku teng pundi?
Cak: Sek tak takoni disik. Sak durunge kon duwe pengalaman kerja opo?
Cuk: Tukang becak
Cak: Wah cocok iki. Kebeneran ono lowongan kerja sing sesuai karo keahlianmu. Iki juragane golek karyawan arep ditugaske nok kapal selam
Cuk: Wah mbois tenan niku. Gajine mesti gede tur dibayar nganggo duit dollar
Cak: Yo mesti rek... sing nduwe ae wong Londo
Cuk: Nggih, kulo purun, pak. Nanging tugase kulo teng kapal selam niku nopo?
Cak: Gampang. Tugasmu nyurung kapal selam nek pas mogok
Cuk: Biyuh biyuh... Kapal selam padakno karo becak. Durung nyurung wis dicaplok karo iwak hiu
Cak: Jare njaluk kerjaan sing bagian ngisor. Yo iku sing paling ngisor dewe
Cuk: Prei kiri mawon mpun
Cak: Ra gelem yo wis. Aku yo ra pathek’en!
Cuk: Ehm... nek sing bagian tengah tengah wonten?
Cak: Ono, bagian pijet. Iso mijet ora?
Cuk: Wah..., soal mijit memijit nggih ahline. Biasane nek pas mangkal ngenteni penumpang biasane pijet pijetan karo konco mbecak liyane. Lha niki mijeti jaler nopo estri?
Cak: Sak karepmu. Pingin mijet lanang opo wedok?
Cuk: Kulo milih mijet sing wedok mawon. Mesti wuenak tenan niku... iso ngucel ucel barang sing.... weleh weleh, hihihi.....isin aku....
Cak: Ancene otak mesum kon iku. Yo wis, nek ngono mulai mene kon mlebuo nyambut gawe
Cuk: Saestu? Kulo ditampi kerja?
Cak: Wah! Sak liyane dubleg, kupinge arek iki cureken pisan tibakno. Ya mesti ditrimo...
Cuk: Matur nuwun sanget pak... Panjenengan pancen boss sing paling  ngguanteng
Cak: Yo wis, nek ngono mene kon tak enteni nok KBS jam pitu esuk
Cuk: Lho.. kantore mboten teng gedung niki tah?
Cak: Sing ngomong kantorku nok kene iku yo sopo? Kantorku nok KBS
Cuk: Lha terus teng KBS (Kebun Binatang Surabaya) niku mijeti karyawati KBS nek wayah kesel ngoten tah?
Cak: Jare sopo kongkon mijeti karyawati KBS sing ayu ayu?
Cuk: Terus mijeti sinten?
Cak: Mijeti macan karo singo wedok hahahaha.....
Cuk: Jiancuuuuk.....!! (misuh karo nguntal pot kembang)
Tiba tiba datang beberapa orang dengan seragam petugas medis datang dan meringkus Cak. Cukpun penasaran dan bertanya pada salah satu petugas medis tersebut.
Cuk: Maaf, Bapak bapak ini dari mana? Kenapa pak direktur itu ditangkap?
Medis: Kami dari Rumah Sakit Jiwa. Dan orang ini adalah pasien kami yang lepas.
Cuk: Jadi orang ini orang gila? Jiancuk pindo.....!!
Medis: Lho..., kok maki maki saya? Kayaknya ini orang gila juga. Teman teman... Ayo kita bawa juga orang ini ke RSJ
Cuk: Pak...!! Jangan, Pak...!! Aduduh...!! Lepasin saya! Saya bukan orang gila....!! Hey jancok! tolooong...!”
Tamat....!!!
Read more

Inilah 5 Cara Aman Menguji Kesetiaan Pasangan kita.BAGIKAN..!!!


 
Bukan maksud untuk tidak percaya pada kesetiaan pasangan, tapi menguji kesetiaan pasangan kadang dibutuhkan. Tidak perlu mencari contoh yang jauh, Lihat saja pasangan Anda sendiri saat ini. Apakah dia benar-benar setia atau tidak. Madjongke.com percaya, pasangan Anda saat ini baik-baik saja. Tapi kadang bisa saja dia akan berubah oleh sesuatu yang ada disekitarnya.

Sekedar saran, sebaiknya setelah Anda memilih salah satu cara menguji kesetiaan pasangan dibawah ini dan menggunakannya, Anda tetap memperhatikan bagian akhir agar hubungan Anda baik-baik saja. Dan hal penting tersebut akan madjongke.com berikan pada akhir setiap cara yang ada.

Kembali kemasalah cara-cara menguji kesetiaan pasangan. Ada beberapa cara efektif untuk menguji kesetiaan pasangan. Sebenarnya cara ini hanya untuk orang yang ragu dan merasa ada yang tidak beres dengan pasangannya. Tapi bagi yang tidak merasa atau percaya bahwa pasangannya setia, bisa mempelajari untuk sekedar tahu saja.

1. Jaga jarak
Jaga jarak dan memberi kebebasan pada dirinya. Namun untuk yang ini, tetap mengawasi keadaan dirinya. Tidak lepas begitu saja sehingga Anda akan tahu keadaan dia sesungguhnya. Seperti kita ketahui, hal seperti ini akan membuka kesempatan dia untuk selingkuh. Tapi jika pasangan benar-benar setia, maka hal itu tidak perlu dikhawatirkan. Ingat, tetap awasi dia dengan teliti tapi tetap tidak menunjukan rasa curiga. Apapun hasil akhirnya, akhiri dengan segera. Berikan kejutan hadiah sebagai alasan Anda memilih jauh dari dirinya.

2. Putus komunikasi
Menguji kesetiaan pasangan, bisa dengan memutus komunikasi dalam waktu tertentu, tidak sms, telfon, dsb, sesuaikan dengan keadaan. Jika dia benar-benar setia, maka dirinya akan mencaritahu apa yang sebenarnya terjadi. Itu akan dilakukan dirinya jika dia setia bukan justru memanfaatkan kesempatan untuk bermain api. Agar hubungan aman, cari alasan yang masuk akal. Seperti misalnya HP tidak ketemu atau lainnya yang tidak terlihat dibuat-buat.

3. Penyamaran
Maksud penyamaran, tidak harus menggunakan topeng atau sejenisnya. Bisa dengan akun jejaring sosial palsu, nomor hp palsu (hanya sms), atau hal lain yang bisa menjadikan diri Anda seperti orang lain. Gunakan rayuan maut untuk menguji kesetiaannya. Jika dia masuk perangkap, ajak dia bertemu dan Anda akan tahu apakah dia benar-benar setia atau tidak. Agar hubungan tetap baik, jangan temui dirinya dan hapus akun jejaring sosial atau buang nomor hp yang sudah digunakan untuk menguji kesetiaannya. Selain itu, anggap tidak pernah terjadi apa-apa setelah itu.

4. Bantuan teman
Minta bantuan teman yang tidak mengenal dirinya. Tidak harus dengan cara merayu, tapi bisa juga dengan tebar pesona. Jika sudah tahu hasilnya apakah dia bisa setia atau tidak, usahakan untuk bertemu tiga orang termasuk teman yang dimintai bantuan. Pastikan pasangan tahu bahwa Kalian saling mengenal dan minta teman terkait untuk segera mengakhiri sandiwara tanpa ada pengakuan.

5. Menguji dengan tindakan sendiri
Menguji dirinya dengan membuat diri tampak tidak berguna. Namun untuk yang satu ini, dibutuhkan rencana yang benar-benar matang. Cara yang satu ini, merupakan cara yang paling ampuh. Jika dia tetap bisa menerima hal itu maka dia adalah orang yang setia. Agar tetap aman, setelah yakin dengan hasil yang didapatkan. Akhiri cara menguji kesetiaan pasangan yang satu ini dengan segera.
Read more

Cerita Pak Haji disantet, 5 paku sepanjang 12 sentimeter dalam lutut

Cerita Pak Haji disantet, 5 paku sepanjang 12 sentimeter dalam lutut
Biasanya jika seorang terkena santet, maka pasti akan berusaha bagaimana bisa terhindar dari santet atau guna-guna yang dikirimkan, sebagai wujud balas dendam atau keirian atas keberhasilan orang lain.
Sebut saja Pak Haji asal Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri Kediri Jawa Timur, yang kini telah almarhum. Beliau selain seorang petani yang berhasil, dia adalah orang yang istikamah mengaji Alquran setiap hari.
Keberhasilannya sebagai petani tebu membuat banyak orang iri kepadanya, meski apa yang dia lakukan sebenarnya adalah hal wajar. Sebab jika diperhatikan dia lebih banyak mengajinya dari pada seharian mengurus tanaman tebunya.
Pak Haji yang juga lulusan pesantren Lirboyo Kediri dan sekaligus murid KH Mazuqi Dahlan dan KH Mahrus Ali. Lirboyo ini suatu ketika pernah mendapatkan kiriman santet yakni berupa paku panjang. Benda ini menyasar Pak Haji saat sedang salat malam. Meski secara ilmu dia bisa menolaknya namun dia membiarkan paku itu masuk ke dalam tubuhnya, tepatnya mengenai lutut kanan.
Seketika santet paku itu masuk kaki kanannya tepatnya di lututnya hingga akibatnya tidak bisa berjalan. Kakinya bengkak dan membiru, merdeka.com yang kala itu menyaksikan seakan tak percaya mengapa Pak Haji ini membiarkan santet masuk ke dalam tubuhnya, padahal dia mampu menolaknya.
“Biarkan saja, biarkan orang yang nyantet senang, kalau senang dia akan merasa berhasil. Tapi dia lupa bahwa saya punya Allah SWT yang Maha Segalannya,” ujar Pak Haji yang membuat merdeka.com kagum dengan keteguhannya.
Hari demi hari lutut itu semakin membengkak dan biru, Pak Haji tak juga berusaha melawannya. Rasa sakit tak lagi dia rasakan, dia hanya ingin si penyantet senang. Satu minggu berlalu, Pak Haji dalam keadaan sakit akibat santet masih bisa berjalan dengan dipapah, berjalan dengan tertatih-tatih untuk mengambil air wudu. Dia masih bisa menjalan salat lima waktu dengan duduk serta mengaji Alquran tanpa putus.
Karena banyaknya keluarga yang tak tega melihat kejadian tersebut, akhirnya dia mengumpulkan seluruh keluargannya tentang derita yang dia alami. Pak Haji memerintahkan mengambil bak mandi yang ditaruh di bawah tempat dia duduk setiap hari selama mendapat ujian.
Dengan doa tertentu dan disertai teriakan panjang, kedua tangan Pak Haji memegang pahanya dan mengurut hingga ke bawah, secara ajaib tiba-tiba paku panjang ukuran 12 sentimeter keluar dari lutut. Tidak hanya hanya satu, tapi jumlahnya 5.
Dengan disaksikan keluarga besarnya setelah paku-paku itu keluar dari tubuh Pak Haji, ucapan Subhanallah membahana di seluruh ruangan. Mereka seakan tidak percaya dengan apa yang terjadi, bahkan membayangkannya pun tak mampu.
“Abah ihlas, dengan apa yang terjadi, orang jahat ini sudah puas, tapi dia lupa bahwa abah tidak mati karena santet ini. Mari kita doakan semoga si penyantet segera sadar dan bertaubat kepada Allah,” pesan si Pak Haji kepada keluargannya.
Read more

Rabu, 23 Maret 2016

Ribuan ABG Pacaran "Putus" Karena Membaca Artikel Ini. Silahkan Bagikan!


Cinta kepada lain jenis merupakan hal
yang fitrah bagi manusia. Karena sebab cintalah, keberlangsungan hidup manusia bisa terjaga. Oleh sebab itu, Allah Ta’ala menjadikan wanita sebagai perhiasan dunia dan kenikmatan bagi penghuni surga. Islam sebagai agama yang sempurna juga telah mengatur bagaimana menyalurkan fitrah cinta tersebut dalam syariatnya yang rahmatan lil ‘alamin.

Namun, bagaimanakah jika cinta itu disalurkan melalui cara yang tidak syar`i? Fenomena itulah yang melanda hampir sebagian besar anak muda saat ini. Penyaluran cinta ala mereka biasa disebut dengan pacaran. Berikut adalah beberapa tinjauan syari’at Islam mengenai pacaran.

Ajaran Islam Melarang Mendekati Zina
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’ [17]: 32)
Dalam Tafsir Jalalain dikatakan bahwa larangan dalam ayat ini lebih keras daripada perkataan ‘Janganlah melakukannya’. Artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan zina, jelas-jelas lebih terlarang. Asy Syaukani dalam Fathul Qodir mengatakan, ”Apabila perantara kepada sesuatu saja dilarang, tentu saja tujuannya juga haram dilihat dari maksud pembicaraan.”


Dilihat dari perkataan Asy Syaukani ini, maka kita dapat simpulkan bahwa setiap jalan (perantara) menuju zina adalah suatu yang terlarang. Ini berarti memandang, berjabat tangan, berduaan dan bentuk perbuatan lain yang dilakukan dengan lawan jenis karena hal itu sebagai perantara kepada zina adalah suatu hal yang terlarang.

Islam Memerintahkan untuk Menundukkan Pandangan
Allah memerintahkan kaum muslimin untuk menundukkan pandangan ketika melihat lawan jenis. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah kepada laki–laki yang beriman : ”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An Nuur [24]: 30 )


Dalam lanjutan ayat ini, Allah juga berfirman, “Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya” (QS. An Nuur [24]: 31)


Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat pertama di atas mengatakan, ”Ayat ini merupakan perintah Allah Ta’ala kepada hamba-Nya yang beriman untuk menundukkan pandangan mereka dari hal-hal yang haram. Janganlah mereka melihat kecuali pada apa yang dihalalkan bagi mereka untuk dilihat (yaitu pada istri dan mahromnya). Hendaklah mereka juga menundukkan pandangan dari hal-hal yang haram. Jika memang mereka tiba-tiba melihat sesuatu yang haram itu dengan tidak sengaja, maka hendaklah mereka memalingkan pandangannya dengan segera.”


Ketika menafsirkan ayat kedua di atas, Ibnu Katsir juga mengatakan, ”Firman Allah (yang artinya) ‘katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka’ yaitu hendaklah mereka menundukkannya dari apa yang Allah haramkan dengan melihat kepada orang lain selain suaminya. Oleh karena itu, mayoritas ulama berpendapat bahwa tidak boleh seorang wanita melihat laki-laki lain (selain suami atau mahromnya, pen) baik dengan syahwat dan tanpa syahwat. … Sebagian ulama lainnya berpendapat tentang bolehnya melihat laki-laki lain dengan tanpa syahwat.”

Lalu bagaimana jika kita tidak sengaja memandang lawan jenis?
Dari Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan, “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim no. 5770)


Faedah dari menundukkan pandangan, sebagaimana difirmankan Allah dalam surat An Nur ayat 30 (yang artinya) “yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka” yaitu dengan menundukkan pandangan akan lebih membersihkan hati dan lebih menjaga agama orang-orang yang beriman. Inilah yang dikatakan oleh Ibnu Katsir –semoga Allah merahmati beliau- ketika menafsirkan ayat ini. –Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk menundukkan pandangan sehingga hati dan agama kita selalu terjaga kesuciannya.

Agama Islam Melarang Berduaan dengan Lawan Jenis
Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.” (HR. Bukhari, no. 5233). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang
Read more