Tampilkan postingan dengan label FPI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FPI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Februari 2017

MUI Gelar Rapat Terkait Al Quran Dicoret dan Dihina


info mediaSUKABUMI — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi mengumpulkan para pengurus mulai dari kecamatan hingga kota pada Selasa (14/2) siang. Langkah tersebut diambil menyusul adanya temuan Alquran yang dicoret dengan kalimat hinaan dan hujatan.
“Para pengurus diundang untuk menjelaskan mengenai kasus tersebut,’’ ujar Sekretaris MUI Kota Sukabumi Muh Kusoy kepada Republika.co.id.
MUI menerima laporan adanya pencoretan Alquran dengan kata-kata tidak pantas pada Jumat (10/2) dari seorang ustaz Muhamad Romly (36 tahun).  Pada saat melapor, warga tersebut membawa satu bungkus plastik berwarna hitam berisi Alquran yang terdapat banyak coretan berisi hinaan dan hujatan.
Kusoy menerangkan, informasi mengenai keberadaan Alquran yang dicoret dengan tulisan hinaan dan hujatan tersebut telah berkembang di masyarakat melalui media sosial.
Kondisi ini lanjut dia dikhawatirkan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Sehingga kata Kusoy, MUI meminta para pengurus MUI di kecamatan untuk menenangkan umat Islam agar tidak emosional.
Pasalnya, kasus pencoretan Alquran dengan kata-kata hinaan dan hujatan tersebut telah diserahkan penanganannya kepada Polres Sukabumi Kota.
Menurut Kusoy, kasus penistaan terhadap Agama Islam dan ulama di Kota Sukabumi ini telah terjadi dua kali dalam beberapa bulan terakhir. Kasus pertama adalah seorang mualaf yang melakukan penghinaan terhadap MUI dan FPI melalui media sosial pada Desember 2016 lalu.
Namun, mualaf tersebut akhirnya tobat dan minta maaf serta kini tengah belajar Islam di pesantren. Sementara yang kedua adalah temuan pencoretan Alquran dengan kalimat hinaan dan hujatan pada Februari 2017
Read more

FPI Serahkan Penanganan Kasus Pencoretan Alquran ke Polisi


info mediaSUKABUMI - Front Pembela Islam (FPI) Kota Sukabumi menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus pencoretan Alquran dengan hinaan dan hujatan kepada polisi. Harapannya, polisi bisa dengan segera mengungkap siapa pelaku pencoretan Alquran tersebut.

Sebelumnya, warga melaporkan adanya temuan Alquran yang di dalamnya terdapat tulisan yang berisi hinaan dan hujatan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, Jumat (10/2). Barang bukti berupa Alquran yang dicorat coret tersebut sudah diserahkan ke polisi pada Senin (13/2).    

"FPI tidak mau gegabah menyikapi persoalan tersebut dan jangan terprovokasi," kata Ketua FPI Kota Sukabumi Faturahman Rabu (15/2). Hal ini disampaikan dalam acara zikir dan tausiah di Masjid Agung Sukabumi mendoakan lancarnya pelaksanaan pilkada serentak di beberapa daerah.

Menurut Faturahman, FPI menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus tersebut kepada aparat kepolisian. Ia mengatakan, pihaknya siap membantu polisi dalam mengungkap kasus dugaan penistaan terhadap Alquran tersebut.

Dikatakan Faturahman, sebelum kasus temuan pencoretan Alquran di Sukabumi, juga terjadi dugaan penghinaan terhadap ulama dan lembaga MUI serta FPI di media sosial. Namun, kini pelaku yang melakukannya telah tobat dan minta maaf serta belajar di pesantren.

Sejumlah kasus itu, kata Faturahman, seharusnya menjadi momentum bagi umat Islam dalam merapatkan barisan untuk kesatuan umat. Rencananya, di Kota Sukabumi ini akan dibentuk pula gerakan nasional pengawal fatwa (GNPF) MUI. Selanjutnya, akan dibentuk koperasi 212.

"Kami meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas siapa pelaku penistaan terhadap Alquran ini," kata Sekretaris MUI Kota Sukabumi Muh Kusoy. 

Menurut dia, tindakan tersebut sudah masuk ranah tindak pidana penodaan agama dan Alquran.Di sisi lain kata Kusoy, MUI mengimba masyarakat untuk tidak emosional menyikapi permasalahan tersebut. Dia meminta masyarakat menyerahkan sepenuhnya penangaan kasus pencoretan Alquran itu kepada pihak kepolisian.
Read more

Minggu, 12 Februari 2017

Aa Gym Contohkan Islam Toleran saat Massa FPI Kawal Pengantin Nasrani




info mediaJAKARTA - Sejumlah massa Front Pembela Islam (FPI) memberikan pengawalan serta memayungi sepasang pengantin beragama Nasrani yang akan melangsungkan pernikahan di Gereja Kathedral kemarin. Hal tersebut menjadikan contoh toleransi antar umat beragama.

Pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa G‎ym pun sempat menyinggung kejadian tersebut. 
Menurutnya, itu merupakan contoh bahwa umat islam menjunjung tinggi toleransi."Saya senang kemarin mendengar berita ‎ketika aksi itu ada yang memayungi pengantin Nasrani, 
itu Islam Rahmatan Lil Alamin," ujar Aa Gym saat memberikan ceramah keagamaan di Mesjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (12/2/2017).
Oleh karenanya, kata Aa Gym, pemimpin seharusnya dapat mencontoh kebaikan kepada umatnya. Dalam hal ini, dia mengatakan, wajar apabila umat Islam menginginkan pemimpin yang seiman.
"Jadi kalau Islam punya pemimpin muslim, soleh, beruntung, karena Islam Rahmatan Lil Alamin," jelasnya.
Seperti diketahui, hari ini umat Islam menggelar khataman Alquran di Masjid Istiglal, Jakarta Pusat.
Read more